Wali Kota Padang Tiba-tiba Stop Upacara Harkitnas 2026, Pesan mengejutkan ini Bikin Anak Merinding!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Matahari pagi di Aie Pacah, Padang, Rabu (20/5/2026), seolah ikut memberi hormat. Ratusan pasukan upacara berbaris rapi di halaman Balai Kota. Namun, yang membuat detik-detik peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 berbeda kali ini bukanlah formasi atau pakaian serba putih, melainkan sebuah amanat yang mengguncang semangat.

Di tengah upacara yang berlangsung khidmat, Wali Kota Padang, Fadly Amran, maju ke depan mimbar. Ia tidak sekadar membacakan teks. Dengan suara lantang, ia mengulang pesan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, bahwa Harkitnas adalah momentum melarang dua kata dalam kamus anak muda: menyerah dan putus asa.

“Kita harus terus bangkit dalam kondisi apa pun,” tegas Fadly. Suasana yang tadinya formal perlahan berubah menjadi semacam api persatuan. Ia mengajak semua elemen, dari Forkopimda hingga organisasi masyarakat, untuk melihat para “tunas bangsa” sebagai garda terdepan menuju Indonesia Emas.

Tema tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi pengikat. Fadly menekankan bahwa pembangunan fisik tak akan berarti jika generasi muda kehilangan daya juang. Karena itu, ia menitipkan pesan: jadikan semangat Kebangkitan Nasional sebagai bensin untuk meraih mimpi, bukan sekadar seremoni tahunan.

Acara belum selesai. Di sela-sela pidato yang mengalir penuh optimisme itu, Pemko Padang menyelipkan kejutan. Penghargaan Padang Rancak Award 2026 diberikan kepada pemenang lomba kebersihan lingkungan. Seolah ingin berkata, “Bangkit itu dimulai dari halaman rumah sendiri.”

Puncaknya? Fadly menutup upacara tanpa kata penutup biasa. Ia menatap generasi muda yang hadir lalu berkata, “Tunjukkan dunia bahwa kalian tidak lahir hanya untuk menonton sejarah, tapi untuk membuat sejarah.” Langit Padang sore itu pun terasa lebih membara.

Related posts