Musyawarah Besar Perdana, Nelayan Tradisional Air Bangis Perkuat Persatuan dan Perjuangkan Kesejahteraan

  • Whatsapp

PASAMAN BARAT – Perkumpulan Nelayan Tradisional Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, menggelar Musyawarah Besar (Mubes) I di Aula Gedung Pertemuan Nagari Air Bangis, Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan nelayan tradisional di wilayah tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Mubes, Febri Ferdiansyah, mengatakan bahwa pembentukan Perkumpulan Nelayan Tradisional Air Bangis bertujuan menjadi wadah kebersamaan dan sarana komunikasi bagi para nelayan.

Organisasi ini diharapkan mampu menampung berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat nelayan, sekaligus memperjuangkan hak-hak mereka.

“Perkumpulan ini hadir sebagai wadah untuk menyatukan nelayan tradisional Air Bangis, menyalurkan aspirasi masyarakat, serta memperjuangkan berbagai kebutuhan dan hak nelayan agar dapat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain menjadi sarana komunikasi, perkumpulan tersebut juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut dan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Berbagai aspirasi dan program yang dihasilkan nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Nagari, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga pemerintah pusat.

Dalam Mubes perdana ini, para peserta juga menegaskan pentingnya persatuan dan kerja sama seluruh nelayan tradisional Air Bangis dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat pesisir. Di antaranya ancaman praktik illegal fishing, pencemaran laut, serta aktivitas perusahaan yang dinilai dapat berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan nelayan tradisional.

Mubes pertama Perkumpulan Nelayan Tradisional Air Bangis mengusung tema “Merawat Persatuan, Menegakkan Keadilan, dan Mewujudkan Kesejahteraan Nelayan Tradisional Air Bangis yang Bersatu, Peduli, dan Lestari.” Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi dalam menjaga ruang hidup dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat nelayan.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 700 nelayan dan masyarakat Air Bangis. Dalam sesi pembahasan, salah satu persoalan yang mengemuka adalah masih rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan serta banyaknya nelayan yang belum terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat sebagian nelayan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membayar iuran kepesertaan secara mandiri.

“Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi dapat membantu mengalokasikan anggaran BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan tradisional, khususnya di Pasaman Barat dan Air Bangis pada umumnya,” kata Febri.

Sementara itu, Penjabat Wali Nagari Air Bangis, Nelvia Warman, menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Perkumpulan Nelayan Tradisional Air Bangis. Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi sarana strategis dalam membahas berbagai isu yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Pemerintah Nagari, lanjutnya, terus berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui dukungan sarana dan prasarana penangkapan ikan, seperti bantuan alat tangkap, jaring, hingga kapal. Selain itu, pemerintah juga berharap seluruh nelayan dapat terdaftar dan aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan guna mendapatkan perlindungan saat menjalankan aktivitas melaut.

Musyawarah Besar tersebut turut dihadiri unsur Forkopimca Sungai Beremas, Danramil, Kapolsek Sungai Beremas, perwakilan Kejaksaan, Kasat Polairud, serta jajaran Pemerintah Nagari Air Bangis. Acara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan diperjuangkan demi masa depan nelayan tradisional Air Bangis yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. (El/Byg)

Related posts