Dari Kauman Menuju Dunia Global: Kisah Kepala Madrasah Kauman Derliana Bagikan Rahasia 18 Kampus Luar Negeri di Forum Nasional

Kepala MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.com, DEPOK — Ada momen yang jarang terjadi ketika sebuah madrasah kecil di Padang Panjang berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah unggul Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Namun itulah yang dialami Dr. Derliana, Kepala MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, saat dipercaya menjadi narasumber dalam Rakornas Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul 2026 pada 28-30 September 2026 di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Di hadapan sekitar 520 peserta—mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga pengurus Majelis Dikdasmen PWM/PDM se-Indonesia—Derliana membagikan praktik baik dengan tema “Strategi Penguatan Mutu Pembelajaran melalui Program Internasional.” Sebuah tema yang, menurutnya, sangat dekat dengan perjalanan yang sedang dibangun di KAUMAN.

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Ada kebahagiaan yang sulit saya ungkapkan ketika perjalanan panjang yang kami bangun sedikit demi sedikit akhirnya diberi ruang untuk dibagikan kepada keluarga besar Muhammadiyah se-Indonesia,” ujarnya dengan mata berbinar.

Dalam paparannya, Derliana memaparkan capaian yang membuat banyak peserta tertegun. Salah satu indikator madrasah unggul adalah kemampuan menyiapkan lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas, termasuk luar negeri. Dan KAUMAN telah membuktikannya.

Hari ini, jejak alumni MA KM Kauman telah sampai ke 13 negara. Khusus lulusan tahun pelajaran 2025/2026, capaiannya luar biasa: Abiyyu berhasil menembus 18 universitas luar negeri, Mayanggi memperoleh peluang studi hingga 13 negara, Wildan membuka jalan ke 7 negara, dan Mutia mendapat kesempatan ke 3 negara. Enam santri berangkat ke Universitas Al-Azhar, Mesir, dan satu santri melanjutkan pendidikan ke Tunisia.

“Bagi kami, angka-angka itu bukan sekadar statistik,” tegas Derliana. “Di balik setiap negara yang mereka tuju, ada mimpi seorang anak. Ada doa orang tua. Ada guru-guru yang mendampingi. Ada proses belajar bahasa, penguatan akademik, pencarian informasi universitas, persiapan berkas, seleksi, kegagalan, mencoba kembali, hingga akhirnya satu demi satu pintu dunia terbuka.”

Derliana menyadari, ketika ia berdiri di forum nasional itu, ia tidak sendirian. Ia membawa cerita perjuangan para guru, tenaga kependidikan, santri, orang tua, Persyarikatan, dan seluruh keluarga besar Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang.

“Dan saya pun pulang tidak hanya setelah berbagi. Saya pulang dengan begitu banyak inspirasi baru,” akunya. Bertemu para kepala sekolah hebat dari seluruh Indonesia, mendengarkan gagasan besar dan praktik baik mereka, membuatnya semakin yakin bahwa sekolah dan madrasah Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada pencapaian hari ini.

Baginya, sekolah unggul bukan hanya sebuah predikat. “Unggul harus terlihat dalam budaya sekolahnya. Unggul dalam pembelajarannya. Unggul dalam kepemimpinannya. Unggul dalam jejaringnya. Dan yang paling penting, unggul dalam masa depan anak-anak yang kita didik,” tuturnya.

Derliana menyampaikan terima kasih kepada Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada Dikdasmen PWM Sumbar, Dikdasmen PDM Pabasko, dan tim hebat Kauman.

“Semoga apa yang kami bagikan dari KAUMAN menjadi setitik inspirasi. Dan semua ilmu yang saya bawa pulang dari Rakornas ini menjadi energi baru untuk membawa KAUMAN melangkah lebih jauh lagi,” harapnya.

Di akhir paparannya, Derliana menutup dengan kalimat yang menggugah: “Dulu kami bermimpi agar anak-anak KAUMAN berani melihat dunia. Hari ini, satu demi satu mereka mulai sampai ke berbagai penjuru dunia. Dan perjalanan ini belum selesai.”

“Dari KAUMAN menuju dunia. Dari Muhammadiyah untuk peradaban. LEVEL UP SEKOLAH/MADRASAH MUHAMMADIYAH UNGGUL! GREAT ATTITUDE, GREAT FUTURE.”

Sebuah kisah nyata bahwa dari kota kecil di Sumatera Barat, mimpi-mimpi besar sedang diantarkan ke pintu-pintu universitas dunia. Dan Kauman telah membuktikan: tidak ada yang mustahil ketika ikhtiar, doa, dan kolaborasi berjalan seiring.

Pos terkait