Dari Masjid ke Medan Dakwah: PPUM Sumbar Buka Sekolah Muballigh Angkatan Kedua, 10 Pendaftar Pertama Diguyur Potongan Biaya

Dari Masjid ke Medan Dakwah: Muhammadiyah Sumbar Buka Sekolah Muballigh Angkatan Kedua, 10 Pendaftar Pertama Diguyur Potongan Biaya

Padang — Kabar gembira bagi siapa saja yang selama ini merasa terpanggil untuk berdakwah, namun belum memiliki bekal keilmuan yang cukup. Pusat Perkaderan Ulama Masjid (PPUM) Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat kembali membuka pintu bagi umat melalui program I’dad Al-Muballighin Angkatan ke-2, sebuah program pembinaan sistematis selama dua tahun untuk mencetak muballigh yang berilmu, berkarakter, dan siap terjun ke tengah masyarakat.

Program ini bukan sekadar pelatihan singkat. Selama dua tahun, peserta akan ditempa dengan pembelajaran Bahasa Arab dan Studi Islam yang berbasis kitab turats — kitab-kitab klasik warisan ulama yang menjadi akar tradisi keilmuan Islam. Uniknya, pengantar pembelajaran menggunakan Bahasa Arab, sehingga peserta tidak hanya memahami isi kitab, tetapi juga terbiasa dengan bahasa aslinya.

“Bekal Ilmu adalah Pangkal Dakwah”

Ketua PPUM Sumbar, Ustad Aya S. Miza, menegaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap fenomena dakwah yang kerap mengedepankan retorika tanpa landasan keilmuan yang memadai.

“Kita sering melihat semangat berdakwah yang tinggi, tetapi bekal ilmunya belum cukup. Akibatnya, dakwah yang seharusnya menyejukkan dan mencerahkan, bisa jadi justru menimbulkan kebingungan di tengah umat,” ujar Ustad Aya S. Miza.

Beliau menekankan bahwa seorang muballigh haruslah orang yang pertama-tama mendalami ilmu sebelum berbicara di hadapan banyak orang. “I’dad Al-Muballighin ini adalah ikhtiar kami untuk menyiapkan kader dakwah yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga dalam ilmunya. Mereka dibekali Bahasa Arab agar dapat langsung menggali khazanah kitab turats, dan dibimbing dalam Studi Islam agar pemahamannya utuh, tidak sepotong-sepotong,” tambahnya.

Ustad Aya S. Miza juga menyampaikan harapannya agar program ini menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Muhammadiyah dan umat Islam umumnya. “Kami ingin melahirkan muballigh yang mampu menjawab tantangan zaman dengan berpijak pada warisan ulama. Bukan sekadar berbicara, tetapi membina ummat dengan ilmu dan akhlak,” tegasnya.

“Bangun bekal keilmuan sebelum melangkah ke medan dakwah,” demikian pesan yang digaungkan dalam pengumuman pendaftaran ini — sebuah ajakan yang menegaskan bahwa dakwah yang kuat lahir dari ilmu yang kokoh.

Siapa pun boleh mendaftar. Program ini terbuka untuk umum dengan usia minimal 15 tahun. Bagi calon peserta yang belum memiliki dasar Bahasa Arab, tersedia Class Tamhidy, kelas persiapan selama enam bulan untuk memastikan semua peserta dapat mengikuti pembelajaran utama dengan baik.

Kegiatan belajar akan dilaksanakan setiap Sabtu, pukul 09.00 WIB hingga waktu Ashar, bertempat di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat, Jl. Bundo Kanduang No. 1, Padang. Program ini dijadwalkan mulai Januari 2027.
Untuk mengikuti program ini, peserta dikenakan infaq registrasi sebesar Rp100.000 dan infaq semester sebesar Rp750.000. Khusus 10 peserta pertama yang telah membayar infaq registrasi, tersedia potongan biaya sebesar Rp100.000. Urutan peserta ditentukan berdasarkan pembayaran registrasi yang diterima sebagai dasar pendataan penerima potongan.

Yang menarik, program ini diasuh oleh pengajar lintas disiplin: lulusan timur tengah dan anggota Komisi Fatwa Metodologi MUI Sumatera Barat. Komposisi pengajar ini menjanjikan perpaduan antara kedalaman ilmu warisan klasik dan pemahaman kontekstual terhadap persoalan umat masa kini.

Bagi peserta yang menyelesaikan program hingga tuntas, akan mendapatkan sertifikat Muballigh dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat. Sertifikat ini menjadi pengakuan resmi atas kapasitas keilmuan dan kesiapan berdakwah.

“Khidmat untuk Turats & Tajdid” — demikian motto yang diusung, menegaskan komitmen pada warisan keilmuan klasik sekaligus semangat pembaruan.

Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat, tetapi juga:

· Pembelajaran Bahasa Arab & Studi Islam secara terstruktur
· Pendalaman kitab turats
· Pembinaan kapasitas dakwah
· Sertifikat Muballigh dari PW Muhammadiyah Sumatera Barat
· Jaringan dan lingkungan belajar yang kondusif

Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan format berikut ke Admin PPUM:

PENDAFTARAN I’DAD AL-MUBALLIGHIN

· Nama Lengkap:
· Tempat/Tanggal Lahir:
· Usia:
· Jenis Kelamin:
· Domisili:
· Pendidikan/Pekerjaan:
· Dasar Bahasa Arab: Ada / Belum Ada
· No. WhatsApp:
Kirim ke:
+62 853-5113-4169, +62 822-6845-1198
dan +62 812-1856-8339

Jangan tunda. Daftar sekarang, lakukan registrasi, dan pastikan Anda tercatat sebagai salah satu dari 10 peserta pertama untuk mendapatkan potongan Rp100.000.

I’dad Al-Muballighin: Belajar • Berproses • Berbekal • Berdakwah.

PPUM — Pusat Perkaderan Ulama Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat
“Khidmat untuk Turats & Tajdid”

Pos terkait