PASAMAN BARAT – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terus memperkuat upaya pencegahan bullying atau perundungan serta kekerasan terhadap anak melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kanit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita bersama personel Unit PPA di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Cahaya Makkah, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran yayasan dan para tenaga pendidik tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam memberikan pemahaman kepada pihak sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying maupun berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya perlindungan anak.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Anak-anak merupakan kelompok yang harus mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk bullying dan kekerasan seksual,” katanya.
Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama, mengingat persoalan kekerasan terhadap anak membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, tidak hanya kepolisian, tetapi juga sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.
Dia menyebut, korban kekerasan maupun pelecehan seksual tidak hanya berasal dari kalangan perempuan dewasa, tetapi juga dapat menimpa anak-anak dan kelompok rentan lainnya, termasuk penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan tersebut, personel Unit PPA memberikan sejumlah materi, di antaranya pemahaman mengenai bullying, faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya perundungan di kalangan pelajar, dampak yang ditimbulkan terhadap korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan apabila terjadi ancaman, kekerasan maupun dugaan kekerasan seksual terhadap anak.
“Personel Unit PPA juga menyampaikan bagaimana langkah yang dapat dilakukan pihak sekolah apabila menemukan adanya tindakan bullying maupun kekerasan terhadap anak, termasuk pentingnya segera melakukan pelaporan kepada pihak yang berwenang,” jelasnya.
Ditegaskan, pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Peran aktif guru, tenaga kependidikan dan orang tua sangat diperlukan dalam melakukan pengawasan, memberikan pendampingan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak.
“Para guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Begitu juga dengan orang tua yang harus terus memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak, baik ketika berada di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara anak, guru dan orang tua menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat perubahan perilaku atau persoalan yang dialami anak.
Kasat berharap melalui kegiatan tersebut, para tenaga pendidik dapat semakin memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan bullying serta kekerasan terhadap anak sehingga kejadian serupa dapat diminimalisir.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian bersama terhadap perlindungan anak. Jika ditemukan adanya indikasi kekerasan atau bullying, jangan dibiarkan dan jangan dianggap sebagai hal biasa. Segera lakukan langkah penanganan dan laporkan kepada pihak terkait,” ucapnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak SD IT Cahaya Makkah. Turut hadir Ketua Yayasan beserta jajaran, Ketua Unit TK, SD dan SMP, ustaz dan ustazah serta seluruh majelis guru SD IT Cahaya Makkah.
Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut, Satreskrim Polres Pasaman Barat berharap tercipta lingkungan sekolah yang semakin aman, ramah dan memberikan perlindungan maksimal bagi anak dari segala bentuk bullying dan kekerasan. (Wisnu)







