Din Syamsuddin Tekankan Penguatan Ideologi dan Kualitas Amal Usaha Muhammadiyah di Pesantren Kauman

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG – Tokoh Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, MA, menekankan pentingnya penguatan ideologi Islam berkemajuan dan peningkatan kualitas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam kunjungan silaturahmnya ke Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Sumatra Barat, baru-baru ini.

Dalam taujih (arahan) bertajuk “Penguatan Ideologi dan Pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)” di Aula AR. ST. Mansur, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa reformasi ideologi Muhammadiyah berlandaskan pemurnian ajaran Islam. “Dasar reformasi adalah mengembalikan Islam ke jalur yang murni, menghilangkan tahayyul, bid’ah, dan khurafat,” ujarnya di hadapan pimpinan pesantren, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatra Barat, Badan Pembina Pesantren, Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat, serta perwakilan Aisyiyah.

Din Syamsuddin mengapresiasi konsistensi warga Muhammadiyah di Sumatra Barat dalam menjaga akidah. Ia menyoroti perlunya pendekatan berbeda antara akidah yang harus dijaga kemurniannya dan muamalah (interaksi sosial) yang memerlukan inovasi dan kreativitas. “Dalam ber muamalat, diperlukan inovasi dan kreativitas, berbeda dengan aspek aqidah yang harus tetap murni,” pesannya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga mengingatkan pentingnya pergeseran paradigma dalam berorganisasi dan berislam. “*No longer number counts, but quality counts*. Tidak lagi kuantitas yang dihitung, tapi kualitas,” tegasnya, menekankan bahwa Muhammadiyah dan Islam perlu fokus pada dampak nyata bagi umat dan bangsa.

Di awal kunjungan, Din Syamsuddin disambut tari kolosal yang dibawakan 100 santri, menggambarkan keberagaman budaya dan nilai Hizbul Wathan (kepanduan) sebagai landasan keberanian, persatuan, dan semangat perjuangan pesantren. Ia mengaku kagum dan bangga dengan penampilan tersebut. Sebelum masuk aula, ia sempat memberikan pesan singkat agar santri dan masyarakat pesantren senantiasa berupaya menjadi yang terbaik.

Din Syamsuddin juga menemukan kesamaan nilai antara budaya Minangkabau dan tanah kelahirannya, Sumbawa, yakni sama-sama berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Ia mendoakan Pesantren Kauman mampu melahirkan generasi penerus yang menjadi “Buya Hamka baru”.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat semangat dan memotivasi warga Muhammadiyah untuk menjaga kesucian ajaran Islam sambil berinovasi memajukan amal usaha. (TR)

Related posts