MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Bayangkan, di tengah keterbatasan geografis dan minimnya akses kesehatan, ada kabar segar untuk masyarakat Papua. Pemerintah bukan hanya mengandalkan obat-obatan untuk melawan tuberkulosis (TB), tapi juga menghadirkan strategi dadakan yang tak biasa: skrining lewat X-Ray portabel plus renovasi rumah pasien!
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dengan lantang menegaskan bahwa pendekatan lama sudah tak cukup. “Penanganan TB tidak cukup hanya dengan obat. Lingkungan tempat tinggal juga harus sehat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4).
Nah, apa yang dilakukan? Pertama, tim kesehatan bak detektif akan melacak setiap kontak erat pasien TB—terutama yang serumah. Mereka langsung digerakkan untuk skrining massal menggunakan X-Ray portabel. Hasilnya? Deteksi dini jadi kecepatan kilat!
Tapi itu belum semua. Pemerintah juga menggelontorkan program renovasi rumah bagi pasien TB. Ventilasi yang macet, sirkulasi udara yang buruk, semua dibenahi. Tujuannya agar pasien pulih optimal dan tak jadi sumber penularan bagi keluarganya sendiri.
Wamenkes Benny tak memungkiri tantangan besarnya. Penemuan kasus TB di Papua masih rendah, pelacakan kontak belum maksimal, dan sebagian besar wilayah bahkan belum menyentuh target nasional. Secara nasional pun, capaian layanan TB baru 89,55 persen. Artinya, masih banyak lubang di tengah hutan belantara geografis yang sulit.
Lantas, apa jurus jitu lainnya? Pemerintah menyiapkan skrining masif yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ditambah pendampingan super ketat untuk pasien, untuk memastikan mereka minum obat sampai tuntas. Semua laporan juga disulap jadi real-time, melibatkan kader, keluarga, bahkan komunitas.
Tak ketinggalan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, ikut angkat bicara. Kuncinya, kata dia, ada di desa dan kelurahan. “Desa dan Kelurahan Siaga TB harus digencarkan. Pendekatan berbasis komunitas ini kunci utama,” tegasnya.
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, langsung menyambut antusias. Ia berjanji akan menggencarkan Tim Percepatan Penanggulangan TB dan Rencana Aksi Daerah. Tapi dengan satu catatan: “Kami butuh dukungan anggaran dan tenaga kesehatan yang lebih besar!”
Satu hal yang pasti: perang melawan TB di Papua kini tak hanya lewat resep dokter, tapi juga palu, paku, dan sinar X-Ray keliling. Siap-siap, wabah TB bisa tumbang!






