Demi Warga Desa! Menkop Bikin Kejutan: Kopdes Merah Putih Kini Rambah Klinik & Apotek Gratis?

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Mimbar warga desa untuk mendapat layanan kesehatan layaknya kota besar mulai terwujud. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, baru saja mengumumkan gebrakan yang membuat banyak orang menoleh: Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tak lagi sekadar tempat belanja murah atau simpan pinjam. Ke depan, setiap Kopdes akan dilengkapi gerai obat dan klinik desa.

Gagasan ini lahir dari kenyataan pahit. Di banyak penjuru desa, akses obat dan fasilitas kesehatan masih sangat minim. Tak sedikit warga desa yang bahkan belum tersentuh BPJS Kesehatan. “Makanya, gerai obat dan klinik kesehatan akan hadir di desa-desa, agar warga bisa mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan,” ujar Ferry dengan penuh harap di Jakarta, Kamis (23/4).

Tak sekadar wacana, Kementerian Koperasi bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan sudah menyiapkan nota kesepahaman bersama. Sekretaris Kemenkop, Ahmad Zabadi, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi desa yang utuh—mulai dari gerai sembako, apotek desa, klinik kesehatan, unit simpan pinjam, kantor koperasi, cold storage, hingga gerai logistik dan satu gerai tambahan sesuai potensi daerah masing-masing.

Yang paling menarik, Zabadi menyebut bahwa jika setiap desa memiliki koperasi dengan rata-rata 1.000 anggota, maka lebih dari 80 juta orang akan terjamin hak layanan kesehatannya. Koperasi tak lagi hanya berbicara soal untung-rugi, tapi juga nyawa dan kesejahteraan.

Apalagi, kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) disebut sebagai “satu nyawa” untuk membangkitkan ekonomi sekaligus kesehatan warga desa. Sebuah langkah yang membuat banyak pihak optimis—bahwa desa pun bisa punya klinik dan apotek sendiri, tanpa perlu bolak-balik ke kota.

Related posts