Heboh Gubernur Sumbar dan Lainnya Bawa Tanah dan Air di Nol Kilometer IKN, Ketum MUI Sumbar Buya Dr. Gusrizal Gazahar Beri Respon Menohok Singgung Ritual yang Tidak Sesuai Syariat Islam

  • Whatsapp
Ketum MUI Sumbar, Buya Dr. Gusrizal Gazahar (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkemah di Ibu Kota Negara (IKN) melibatkan Gubernur seluruh Indonesia dengan membawa air, tanah dan berpakaian adat konon merupakan atas anjuran dukun asal Solo. Salahsatunya

Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dengan membawa sampel tanah Pasaman Barat dan Air Angek Solok di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketum MUI Sumbar, Buya Dr. Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa sangat menyesalkan sikap Gubenur Sumbar yang begitu saja mematuhi perintah presiden untuk membawa tanah dan air dari beberapa tempat di Sumatera Barat.
Saya tidak setuju dengan ritual tersebut.

Menurut Buya, dalam ritual seperti ini, terkandung keyakinan yang tak bersesuaian dengan aqidah tauhid.
“Sikap pemimpin seperti itu, bisa ditiru oleh masyarakat awam.
Tidak bisa ritual seperti itu dilokalisir dalam ranah budaya semata karena dalam Islam, seluruh tindakan dan perbuatan akan diminta pertanggungjawabannya kelak.
Alasan dan niat yang menjadi landasan perbuatan, sangat menentukan kedudukan ritual itu dalam tinjauan syari’at Islam,” imbuh Buya Dr. Gusrizal.

“Alasan “sebatas simbolik” juga tak bisa diterima karena alasan rasionalnya juga tidak ada. Jelas sekali bahwa ritual seperti itu memiliki landasan keyakinan yang bukan dari islam.
Sebagai gubernur yang berkomitmen dengan ABS-SBK-ABSB-SMAM, tak pantas ikut-ikutan membawa bagian-bagian tertentu dari tanah dan air Sumatera Barat. Itu bukan sikap beragama yang sesuai menurut “Syara` Mangato Adaik Mamakai”,” tutup Buya

Related posts