Ketua DPRD Kota Padang Buka Suara! Janji Kawal SPMB 2026 Sampai Tuntas Demi Masa Depan Anak

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Di tengah hiruk-pikuk keluhan masyarakat yang membanjiri berbagai lini, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, akhirnya angkat bicara. Dengan nada tegas namun penuh empati, ia menyatakan keprihatinan mendalam atas semrawutnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang menimpa ribuan calon siswa dan orang tua di Kota Padang.

Sejak pagi hingga petang, aplikasi SPMB yang semestinya menjadi pintu gerbang harapan bagi anak-anak justru menjelma menjadi mimpi buruk. Hang, freeze, akses super lambat—bahkan tak jarang sistem sama sekali tak mau disentuh—membuat para orang tua gelisah, sementara calon siswa menahan sesak di dada. Hari Senin (22/6) itu, Muharlion menerima langsung curahan hati warga yang kecewa dan bingung menghadapi ketidakpastian.

Dengan suara lantang, ia pun mendorong evaluasi total. Bukan sekadar perbaikan kecil, melainkan pembedahan menyeluruh dari hulu ke hilir: mulai dari tahap perencanaan, pengembangan aplikasi, uji coba yang minim, hingga sosialisasi yang dinilai belum matang.

“Ini persoalan serius. Bagi anak-anak, kesempatan masuk sekolah adalah momen sakral yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup mereka. Masa depan mereka dipertaruhkan di sini,” ujar Muharlion dengan mata berbinar.

Ia bahkan tak ragu menyebut kejadian ini sebagai bentuk kecerobohan. “Bahasa lain ya ceroboh. Yang jadi korban adalah orang tua, calon siswa, dan masyarakat luas yang menerima layanan tak proper. Ini tak boleh terulang,” tegasnya.

Namun, di balik kritik tajam itu, ada secercah harapan yang ia sematkan. Muharlion berkomitmen kuat untuk mengawal proses evaluasi hingga ke akar-akarnya. Dinas Pendidikan diminta bertanggung jawab penuh—dari awal hingga akhir pendaftaran. Bahkan, ia mengancam akan melakukan audit menyeluruh terhadap setiap persoalan teknis yang muncul selama pelaksanaan SPMB.

“Kami tak akan tinggal diam. Kami akan audit semua persoalan. Evaluasi A sampai Z harus dilakukan. Sampai hari ini pun masih banyak pertanyaan dari masyarakat yang belum terjawab,” tandasnya.

Janji pun menggema: ke depan, SPMB harus berjalan lebih baik, lebih transparan, dan benar-benar memberi pelayanan optimal bagi masyarakat. Karena bagi Muharlion, di balik setiap klik dan formulir yang diisi, ada masa depan generasi muda Padang yang tak boleh dikorbankan hanya karena sistem yang gagal.

Padang bersiap menyongsong perubahan—dan kali ini, suara rakyat benar-benar didengar.

Related posts