Mimpi Besar Muhammadiyah di Era Digital: Drone Emprit Sukses, Muhammadiyah News Room Juga Pasti!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — di tengah hiruk-pikuk informasi digital yang mengalir deras, Muhammadiyah tak sekadar berhenti sebagai organisasi dakwah klasik. Mereka punya mimpi besar. Dan mimpi itu, kata Pimpinan Redaksi MinangkabauNews, Ari Rahmat, akan segera terwujud berkat tangan dingin seorang ahli data sekaligus konsultan media digital, Ismail Fahmi.

Pernyataan ini mengemuka menanggapi gelaran Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah #3 yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, 12–13 Agustus 2026. Dalam acara yang mengusung tema “Penguasaan Media AfiliasiMu di Era Digital” itu, tergambar jelas tekad persyarikatan untuk merebut panggung dakwah di ranah maya.

“Muhammadiyah akan mendunia di tangan Ismail Fahmi,” ujar Ari Rahmat dengan penuh keyakinan.

Analogi yang disampaikannya pun sederhana namun mengena. Drone Emprit, platform media monitoring berbasis big data dan kecerdasan buatan (AI) ciptaan Ismail Fahmi sejak tahun 2009, kini telah menjadi rujukan dalam membaca arus informasi dan bahkan disebut-sebut sukses besar. Lantas, mengapa mimpi membangun Muhammadiyah News Room yang terintegrasi tidak bisa terwujud dengan sentuhan yang sama?

“Drone Emprit saja besar, kenapa cita-cita besar dengan menjadikan Muhammadiyah News Room melalui tangan dingin Ismail Fahmi sebagai konsultan dan pencipta enggak mungkin?” tegas Ari.

Dalam pandangannya, Ismail Fahmi bukanlah sosok asing. Selain dikenal sebagai founder Drone Emprit, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah ini telah mencetuskan gagasan monumental bernama Muhammadiyah Digital Universe (MDU). MDU dirancang sebagai hub utama yang menyatukan seluruh jaringan media dan digital Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke.

Ia bahkan telah membeberkan peta jalannya. Dalam berbagai kesempatan, Ismail Fahmi mendorong agar media afiliasi tidak berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan, katanya, justru muncul ketika jaringan yang tersebar dapat dihubungkan dalam satu ekosistem teknologi, data, dan proses kerja bersama. Ia menyebut ada empat unsur kunci yang harus dipikirkan: people, process, technology, dan structure.

“Kalau empat aspek ini tidak dipikirkan, jadinya omon-omon,” tegas Ismail Fahmi dalam Jambore tersebut.

Namun, Ari Rahmat mengingatkan satu hal. Mimpi besar setinggi langit tetap membutuhkan fondasi yang kokoh. Keberhasilan Drone Emprit tidak lepas dari sumber daya handal dan tentu saja, modal utama dalam gerakan ini: keikhlasan.

“Mimpi besar harus didukung sumber daya yang handal dan besar, yang didorong oleh keikhlasan,” pesan Ari.

Ia menyoroti bahwa Muhammadiyah saat ini tidak perlu lagi memulai dari nol. Bahkan, infrastruktur digital telah hadir. HPT Digital yang kini sudah eksis menjadi bukti bahwa persyarikatan serius melangkah ke era digital.

“Sekarang saja sudah hadir HPT digital,” ungkapnya, merujuk pada langkah konkret yang telah diambil.

Muhammadiyah, di bawah komando Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, yang baru saja menerima Kartu Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers atas dedikasinya di dunia jurnalistik, tentu tidak ingin sekadar menjadi penonton. Mereka ingin menjadi pemain utama.

Dadang Kahmad, Ketua PP Muhammadiyah, dalam sambutannya di Jambore menegaskan bahwa media afiliasi harus menjadi lentera di tengah gelapnya informasi. “Cepat itu wajib, tapi benar itu harga mati,” ujarnya.

Nah, dengan Ismail Fahmi di garda terdepan dan Drone Emprit sebagai bukti nyata kemampuannya, bukan tidak mungkin Muhammadiyah News Room yang terintegrasi akan segera menjadi kenyataan. Tinggal menunggu waktu, dan dukungan penuh dari seluruh kader, hingga mimpi besar itu benar-benar menggema di seluruh Nusantara. Wallahu a’lam.

Related posts