Misi Kemanusiaan Tetap Jalan! Pesawat Militer AS Mampir di Padang, Disambut Hangat Indonesia

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Sebuah kisah diplomatik yang mengharukan terjadi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman. Sebuah pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat, Lockheed C-130T Hercules, terpaksa “singgah lebih lama” selama sepekan di Ranah Minang. Bukan karena masalah serius, melainkan karena perjalanan panjangnya menuju pangkalan militer Diego Garcia di Maladewa terganggu cuaca buruk dan mesin yang butuh perhatian ekstra.

Kejadian ini bermula Senin (25/5/2026) sore, saat 16 personel militer AS tengah terbang dari Singapura. Mendengar sinyal darurat dari menara Kolombo, otoritas BIM langsung bergerak cepat. Dengan mengutamakan keselamatan jiwa, bandara pun membuka landasan bagi pesawat tersebut. Tepat pukul 17.56 WIB, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di tengah hujan deras yang mengguyur.

Alih-alih menjadi insiden diplomatik, momen ini justru menjadi contoh sempurna kerja sama internasional yang hangat. Pesawat langsung dievakuasi ke hanggar Susi Air agar tak mengganggu penerbangan komersial. Sementara itu, koordinasi kilat antara pihak bandara, Lanud Sutan Sjahrir, Kementerian Pertahanan, hingga Imigrasi pun berjalan mulus. Hingga pukul 20.30 WIB, dokumen dari Kedubes AS sudah rampung, dan 16 personel pun disambut ramah dengan Visa on Arrival. Mereka pun beristirahat dengan pengawalan penuh hormat di Hotel Santika, Padang.

Apa kabar pesawatnya? Meski suku cadang harus didatangkan jauh-jauh dari Italia dan Jerman, proses perbaikan berjalan penuh kehangatan. Para kru teknisi tiba pada Minggu (31/5/2026) dan langsung bekerja maraton hingga malam, dibantu penerangan dari pihak bandara. Setelah uji coba di darat dan udara dinyatakan stabil, pesawat siap terbang kembali.

Dari insiden ini, yang terlihat bukan hanya kesigapan, tapi juga keramahan Indonesia yang mengubah situasi darurat menjadi momen mempererat tali persaudaraan antar bangsa.

Related posts