RI Ketiban Sial Resesi Amerika, Kok Bisa Bu Menkeu?

  • Whatsapp
Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia Sri Mulyani Indrawati (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mau tidak mau harus menerima kalau kini masuk ke jurang resesi. Indikatornya jelas, kontraksi Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua kuartal beruntun.

US Bureau of Economic Analysis melaporkan pembacaan awal terhadap ekonomi Negeri Paman Sam menunjukkan adanya kontraksi alias pertumbuhan negatif negatif 0,9% pada kuartal II-2022 dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Pada kuartal I-2022, Produk Domestik Bruto (PDB) AS juga terkontraksi 1,6% qtq.

Read More

Kenapa Indonesia ketiban sialnya?

Resesi di AS berisiko memberi dampak negatif kepada dunia, karena Negeri Adidaya adalah perekonomian terbesar di Planet Bumi.

AS adalah lokomotif dunia. Saat lokomotif itu bergerak lambat, bahkan berhenti, maka gerbong-gerbong di belakangnya akan mengikuti.

Indonesia tidak terkecuali. Resesi di AS akan membawa petaka karena AS adalah sala satu mitra utama di bidang ekonomi.

Dari sisi ekspor, AS adalah salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia. Pada Januari-Juni 2022, nilai ekspor non-migas Indonesia ke AS adalah US$ 14,76 miliar. AS menduduki peringkat kedua, hanya kalah dari China (US$ 27,89 miliar).

Sementara di sisi investasi, AS juga memegang peranan penting. Pada semester I-2022, Penanaman Modal Asing (PMA) dari AS bernilai US 1,4 miliar. AS menempati peringkat kelima negara dengan investasi terbesar di Tanah Air.

Baca: Tak Peduli Amerika Resesi, Harga Minyak Naik 11% Minggu Ini
Hal ini diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Apalagi ditambah China yang situasinya juga makin memburuk. Pertumbuhan ekonomi China di kuartal II-2022, tercatat menurun ke 0,4% dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya di 2,5%.

“Hari ini Anda baca berita, AS negatif growth Kuartal II, technically masuk resesi. RRT (China) seminggu lalu keluar dengan growth Kuartal II yang nyaris 0,” jelas Sri Mulyani akhir pekan lalu.

“Apa hubungannya dengan kita lagi? AS, RRT, Eropa adalah negara-negara tujuan ekspor Indonesia. Jadi, kalau mereka melemah, permintaan ekspor turun dan harga komoditas turun,” kata Sri Mulyani.

Related posts