MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana haru sekaligus tegang mewarnai keberangkatan Kloter 07 Embarkasi Padang menuju Madinah, Jumat (1/5/2026). Dari total 393 kursi yang tersedia, sebanyak 391 jemaah asal Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman akhirnya lepas landas dengan pesawat Garuda Indonesia nomor GA3507. Namun di balik momen yang mengharukan itu, ada dua kursi kosong yang menyisakan cerita pilu.
Dua jemaah yang seharusnya ikut terbang pagi itu terpaksa menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci. Bukan karena masalah administrasi atau keterlambatan, melainkan karena faktor yang paling tidak terduga: kesehatan.
Satu jemaah bernama Putri Lenggogeni Roesma tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan serius hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Bukittinggi. Sementara satu lainnya, Hanifah Ainnur Zulkarnaen, memilih dengan berat hati untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit. Mereka rela mengorbankan momen yang sudah dinanti-nantikan bertahun-tahun demi keluarga tercinta.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, yang hadir melepas keberangkatan bersama Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, menjelaskan bahwa kedua jemaah ini tidak dibiarkan begitu saja. “Keduanya direncanakan berangkat pada kloter berikutnya setelah dinyatakan laik terbang oleh pihak rumah sakit dan tim kesehatan Embarkasi Padang,” ujar Rifki di sela-sela keberangkatan.
Doa pun terus dipanjatkan. “Kita doakan jemaah yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali bergabung bersama rombongan,” tambahnya.
Meski ada cerita haru di balik dua kursi kosong itu, kabar baik datang dari sisi ketepatan waktu. Dari kloter pertama hingga ketujuh, Embarkasi Padang berhasil meraih predikat on time performa (OTP). Bahkan pesawat kloter 07 lepas landas lebih awal dari jadwal pukul 13.08 WIB, sementara jadwal resmi pukul 13.20 WIB.
Seluruh proses dari one stop service hingga keberangkatan berjalan lancar. Kloter yang didampingi enam petugas dan 15 jemaah pengguna kursi roda ini pun akhirnya terbang meninggalkan Ranah Minang menuju Madinah. Kini tinggal dua nama yang tertahan di bumi Sumbar, menunggu waktu menyusul ke Tanah Suci. Akankah mereka segera bergabung? Doa terbaik menyertai.






