Terbongkar! Ini yang Ditanya Tesla dan Ford Ketika Dilobi RI

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebut pengelolaan lingkungan berkelanjutan menjadi fokus pabrikan otomotif dunia. Terutama dalam hal berinvestasi.

Direktur Bidang Koordinasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto membeberkan saat pemerintah menawarkan potensi nikel untuk bahan baku baterai mobil listrik, perusahaan seperti Ford dan Tesla selalu menanyakan masalah isu berkelanjutan lingkungan yang dihasilkan dari proses penambangan nikel.

Read More

“Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Ketika kami berdiskusi dengan Tesla dengan Ford selalu mengatakan, berapa besar ton emisi karbon nikel yang anda hasilkan? bagaimana anda menangani emisi di fasilitas pengolahan nikel. Jadi banyak pertanyaan ini terkait,” ujar Seto dalam diskusi secara virtual, Selasa (6/9/2022).

Dengan adanya berbagai macam dorongan seperti itu, Seto meyakini hal itu akan membuat industri-industri di Indonesia menerapkan praktik yang berkelanjutan. Termasuk di industri pertambangan itu sendiri. “Ini adalah sesuatu yang menurut kami tidak bisa dihindari,” kata dia.

Lebih lanjut, Seto menilai jika produk pertambangan yang dimiliki Indonesia tidak menerapkan praktik berkelanjutan, maka resikonya produk asal RI tidak akan laku di pasar global. Atau paling tidak produk tambang yang dijual dari Indonesia akan jatuh harganya.

Bahkan yang terburuk, produk tambang asal Indonesia akan memiliki pasar yang cukup terbatas. Apalagi pabrikan otomotif dunia, terutama yang bergerak di bidang produksi mobil listrik mempunyai standar untuk melakukan uji tuntas rantai pasokan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa pabrikan otomotif asal Amerika Serikat yakni Ford tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Terutama dalam pengembangan mobil listrik berbasis baterai.

Bahkan menurut Luhut pembicaraan dengan Ford lebih maju ketimbang dengan Tesla. Apalagi Indonesia digadang-gadang bakal menjadi pusat rantai pasok mobil listrik di dunia.

“Ford ini malah lebih maju. Jadi tadi malam Ford ini masih diskusi dengan Deputi saya, mereka akan datang ke mari untuk melihat karena semua dunia ini melihat mana yang bisa mereka end to end dapat produk green dan cost-nya murah,” kata dia saat ditemui di Kawasan Candi Borobudur, Senin (6/6/2022).

Meski demikian, Luhut memastikan bahwa pendiri dan CEO Tesla Elon Musk akan tetap berinvestasi di Indonesia, bahkan akan membuka agen resmi (kantor) di Indonesia. Hal tersebut menyusul aksi perusahaan yang telah membuka kantor terlebih dahulu di Thailand. “Elon musk sudah investasi di Thailand dan betul dia buka agen. Sama juga di Indonesia dia mau buka agen,” ujarnya.

Menurut Luhut, diskusi antara pemerintah dengan Elon Musk terkait rencana investasi Tesla terhadap pengembangan baterai lithium-ion untuk mobil listrik sudah cukup maju. Bahkan saat ini Tesla juga tengah mendiskusikan rencana pembangunan pabrik mobil listrik di Indonesia.

“Terkait mobil itu juga sekarang negosiasi tapi ingin saya katakan pada anda (Elon), kalau anda ingin dapat mobil yang end to end green energy tempat yang terbaik itu Indonesia. Kapan ini terjadi? Ya kita lihat terus,” tutur dia

Related posts