Usai Idul Fitri Harga Pangan Berangsur Turun, Minyak Goreng akan Stabil

  • Whatsapp
Ilustrasi lembelian minyak goreng (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA — Usai perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah, 2 Mei 2022, sejumlah harga pangan di pasar tradisional di DKI Jakarta terpantau mulai berangsur turun. Sebelumnya, menjelang lebaran, harga-harga kebutuhan pokok itu naik tinggi.

Mengutip data Informasi Pangan Jakarta, Kamis (5/5/2022) sejumlah harga bahan pokok terlihat mulai turun seperti halnya harga daging sapi has yang saat ini dibandrol Rp154.062 per kilogram dari yang sebelumnya tembus Rp160 ribu per kilogram.

Read More

Begitu juga dengan harga daging ayam yang saat ini dijual Rp41 ribu per ekor dari sebelumnya Rp45 ribu per ekor.

Sementara itu harga minyak goreng jugaga mulai stabil diangka Rp19 ribu per liter. Harga cabai merah keriting juga turun menjadi Rp47 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.

Harga cabai rawit juga tampak turun signifikan sebesar Rp4.000 di mana saat ini harganya Rp42 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp46 ribu per kilogram.

Meski begitu sejumlah komoditas lainnya tampak mengalami kenaikan semisal, beras muncul yang naik menjadi Rp12.857 per kilogram dari sebelumnya Rp12.500.

Untuk beras IR 42 juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp12.166 per kilogram menjadi Rp12.269 per kilogram.

Untuk telur juga mengalami kenaikan harga dari menjadi Rp27.375 per kilogram. Bawang putih naik menjadi Rp34.833 per kilogram.

Sebelumnya Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengingatkan kepada pemerintah dimana masuk pada fase ketiga Pasca idul fitri. Beberapa komuditas akan mengalami kenaikan.

“Ini adalah momentum di mana pemerintah harus mempersiapkan diri. Untuk mempersiapkan komunitas-komunitas yang akan di serbu masyarakat pasca idul fitri,” kata Muhammad Ainun Najib Kabid Informasi DPP Ikappi.

Ikappi meminta kepada pemerintah untuk tetap melakukan pemantauan distribusi walaupun ramadhan berakhir.

Pasca idul fitri biasanya kendala terjadi pada rantai distribusi, banyak yang libur sehingga pasokan distribusi terhambat.

“Kami berharap ini menjadi catatan pemerintah karena biasanya pada tiap tahun terjadi kalalaian pada distribusi sehingga pasokan terhambat. Kita harapkan setelah fase ke 3 pasca idul fitri nanti dapat mendorong komuditas agar kembali pulih seperti semula.

Related posts