MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Peran Baznas dalam prakteknya harus mendatangkan manfaat pada masyarakat yang tidak mampu dan butuh pertolongan segera, tanpa harus memilah dan kaku dalam memberi bantuan pada masyarakat.
Dana dikumpulkan Baznas yang notabene berasal dari zakat, infak, sedeqah, serta sumbangan dari individu, kelompok, keluarga mampu, dan perusahaan serta ASN, seyogyanya tidak memberi batasan masyarakat mana yang harus dibantu, atau harus dipaksakan sesuai dengan program yang di susun Baznas tersebut.
Inilah keunggulan Baznas Kota Solok dalam pengelolaan dan penyaluran dana umat yang berasal dari zakat dan sedeqah.
Ketika warga Kota Solok mengalami kesulitan dan kesusahan dibidang apa saja, terkait keberlangsungan hidup warga dan keluarga miskin di Kota Solok, Baznas Kota Solok langsung menanggapi dan merespon dengan cepat tanpa melalui proses panjang dan prosedur rumit disertai dalih, “ini tidak ada di program kami, bagaimana kami harus membantu”.
Selasa, (5/12/2023), MinangkabauNews.com menyaksikan sendiri kala seorang ibu bernama Asmawati (52), Guru ngaji di MDA Mawar Kelurahan Simpang Rumbio Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, dengan linangan air mata, mengadu ke Baznas Kota Solok.
Asmawati mengadukan kondisi suaminya Arnel Asril (60), yang harus cuci darah dua kali seminggu dan tidak bisa berjalan karena gagal ginjal, dengan biaya membeli obat cukup mahal.
Di Baznas, Asmawati ini diterima Ketua Baznas Kota Solok AKBP (Purn) Zaini, SH, dan Kepala Pelaksana (Kapel) Baznas Kota Solok, Aswan. Mendapatkan kondisi warganya tersebut, Zaini dan Aswan langsung memberikan bantuan sebanyak Rp. 700.000,-.
Asmawati juga mendapatkan bantuan bulanan sebesar Rp. 500.000,- yang diterima langsung setiap tanggal 10 awal bulan.
Selain Asmawati, sebelumnya Baznas Kota Solok juga membantu secara rutin seorang warga Kota Solok bernama Zulfadli, yang juga menderita gagal ginjal, untuk menjalani cuci darah dua kali seminggu.
“Dalam mengelola dana umat yang ada di Baznas Kota Solok, kami para komisioner, Kapel, dan staf tidak melihat latar belakang warga kami dalam memberikan bantuan, kuncinya memenuhi syarat dan sesuai kondisi warga tersebut” kata Zaini.
“Contohnya hari ini, ibu Asmawati ini datang ke Baznas Kota Solok menyampaikan keluhan terkait suaminya yang harus cuci darah akibat gagal ginjal dua kali seminggu. Pada kondisi ini, kami tidak melihat kelengkapan persyaratanya, dan langsung bantu dan tindaklanjuti keluhan warga tersebut. Tahap awal Baznas Kota Solok bantu Rp. 700.000,-” ujar Zaini diamini Kapel Aswan.
“Intinya, Baznas Kota Solok selalu ada untuk masyarakat yang membutuhkan dan kurang mampu, apapun keluhan dan persoalannya” sebut Aswan.***






