MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Kabar menggembirakan datang dari Pemerintah Kota Padang! Setelah rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kawasan, kini angin segar terasa menyelimuti ibu kota Sumatra Barat. Pemerintah Kota Padang bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V telah mematangkan strategi jitu untuk memulihkan kota tercinta, sekaligus membangun benteng tangguh menghadapi ancaman banjir di masa depan.
Komitmen Baja di Tengah Tantangan
Dalam rapat strategis yang digelar di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (29/6/2026), terpancar semangat gotong royong yang luar biasa. Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan tegas memimpin pertemuan bersama jajaran BWS Sumatera V, memastikan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bukan sekadar program, melainkan misi kemanusiaan yang harus dipercepat!
“Pelaksanaan rehab-rekon ini menjadi tanggung jawab bersama. Saya meminta seluruh pihak memastikan pekerjaan BWS berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sebab ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar Fadly dengan penuh ketegasan.
Target Mulai Agustus 2026, Semua Elemen Bergerak!
Yang membuat hati bergembira, seluruh pihak sepakat menargetkan pelaksanaan pekerjaan fisik dimulai pada Agustus 2026. Fadly Amran pun tak tinggal diam! Ia telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah untuk bergerak cepat menyelesaikan seluruh kebutuhan di lapangan.
Tak tanggung-tanggung, dana fantastis Rp1,1 triliun dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum siap digelontorkan untuk proyek besar ini!
Prioritas Utama: Menyelamatkan Warga dari Ancaman Banjir
Plt Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, membeberkan sejumlah pekerjaan prioritas yang akan segera direalisasikan:
· Rehabilitasi jaringan irigasi Bendung Koto Tuo dan Bendung Gunung Nago
· Pembangunan dinding penahan tanah dan perkuatan tebing sungai
· Pembangunan check dam untuk mengendalikan sedimentasi di Batang Kuranji dan Air Dingin
“Kami siap melaksanakan rehab-rekon, tetapi pengendalian banjir tidak akan tuntas tanpa penyelesaian lahan. Kami berharap Pemko Padang dapat mempercepat prosesnya,” ungkap Reski.
Langkah Berani: Relokasi untuk Keselamatan Warga!
Menunjukkan kepedulian luar biasa, Fadly Amran bahkan membuka peluang relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan risiko bencana tinggi. Ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan masyarakat adalah segalanya!
“Kita juga akan mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dasar penataan kawasan rawan bencana, termasuk membuka opsi relokasi warga jika menjadi solusi terbaik demi keselamatan masyarakat,” tegas Fadly.
Kota Padang Masa Depan: Lebih Tangguh dan Aman!
Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah yang begitu solid, seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga tahun. Bayangkan, setelah proyek ini rampung, sistem pengendalian banjir Kota Padang akan menjadi jauh lebih kuat!
Permukiman warga, fasilitas umum, hingga aktivitas ekonomi masyarakat akan terlindungi dari ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap datang saat curah hujan tinggi. Inilah wujud nyata kehadiran negara untuk melindungi rakyatnya!
Mari kita sambut dengan penuh optimisme langkah besar ini. Kota Padang akan bangkit lebih kuat, lebih aman, dan lebih tangguh dari sebelumnya!.





