Wali Kota Padang Resmikan Masjid Megah Hasil Gotong Royong, Siapkan Fitur Canggih Face Recognition untuk Anak Salat Subuh!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana haru dan syukur menyelimuti kawasan Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Jumat malam. Di tengah berkumpulnya ratusan jemaah, Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan khidmat membubuhkan tanda tangan pada prasasti peresmian renovasi Masjid Jamik Nurul Yaqin. Bukan sekadar perbaikan fisik, masjid yang dulunya remang-remang dan sederhana ini kini menjelma menjadi rumah ibadah megah ber-AC yang siap menyongsong era digitalisasi.

Malam itu, Fadly Amran tak hanya memukul gong peresmian. Di hadapan para jemaah, tokoh masyarakat, dan ninik mamak, ia menyampaikan apresiasi yang dalam atas selesainya renovasi yang seluruh dananya murni berasal dari swadaya warga dan uluran tangan para perantau. “Kita berharap masjid ini tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga makmur dalam kegiatan ibadah, pendidikan, serta mampu menggerakkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya dengan penuh semangat.

Yang menarik perhatian, Wali Kota memberikan pujian khusus kepada pengurus masjid yang dinilai sukses menghidupkan syiar Islam lewat program pembagian sembako rutin pasca-salat Subuh berjamaah. “Inisiatif seperti ini sangat luar biasa. Masjid hadir memberikan solusi dan dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” pujinya.

Namun, ada gebrakan baru yang bikin penasaran. Seiring dengan perubahan status menjadi Masjid Jamik, Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang akan mengintegrasikan masjid ini ke dalam program unggulan Smart Surau. Bentuk dukungan nyatanya? Pemerintah kota akan memfasilitasi ruang pembelajaran digital khusus anak-anak. Bahkan, tak tanggung-tanggung, mereka akan memberikan perangkat sistem absensi digital berbasis face recognition bagi anak-anak yang hadir salat Subuh berjamaah!

“Kita ingin menciptakan ekosistem di mana anak-anak datang ke masjid atas inisiatif sendiri, belajar sambil bermain, dan para remaja masjid aktif menggelar kegiatan positif. Teknologi ini diharapkan membuat mereka lebih tertarik dan betah beraktivitas di lingkungan masjid,” harap Fadly Amran.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Jamik Nurul Yaqin, Marzuki, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, ini adalah bentuk “hijrah” besar-besaran. Dari bangunan yang dulunya kurang representatif dengan pencahayaan minim, kini masjid tampil megah, nyaman, dan siap menyelaraskan program kerja dengan visi Smart Surau. “Ini semua berkat gotong royong dan kepedulian bersama, terutama para perantau yang telah berkontribusi besar,” ujar Marzuki.

Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri oleh Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Kabag Kesra Setdako Zul Asfi Lubis, Lurah setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kini, Masjid Jamik Nurul Yaqin bukan hanya menjadi kebanggaan warga Air Dingin, tetapi juga pionir rumah ibadah modern berbasis kesejahteraan di Kota Padang.

Related posts