MINANGKABAUNEWS.COM, SOLOK – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Pemerintah Kota Solok menandatangani kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama (PKS) dalam bidang ketahanan pangan, distribusi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor pangan.
Penandatanganan yang berlangsung di Kota Solok ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar daerah.
Kerja sama tersebut melibatkan perangkat daerah terkait, yakni Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai serta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, dengan fokus pada penguatan sistem pangan yang berkelanjutan.
Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menegaskan bahwa kondisi geografis wilayahnya menjadi tantangan utama dalam pembangunan, khususnya di sektor pangan.
“Secara geografis, Mentawai terpisah dari daratan utama Sumatera Barat dan terdiri dari empat pulau besar, yakni Pulau Sipora, Pulau Siberut, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi menjadi terbatas dan berdampak langsung pada distribusi logistik, termasuk pangan,” ujar Rinto.
Ia menjelaskan, keterbatasan akses tersebut tidak hanya memengaruhi ketersediaan pangan, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga dan keberlanjutan pasokan di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi sangat penting sebagai solusi bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi antar daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rinto menekankan pentingnya penguatan kapasitas SDM di sektor pangan, termasuk petani, kelompok tani, dan pelaku usaha pangan lokal.
“Kami berharap melalui kerja sama ini akan terjadi transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, serta dukungan nyata dalam pengembangan komoditas pangan strategis di Mentawai,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan kesiapan daerahnya menjadi mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan Mentawai.
“Kota Solok memiliki potensi di sektor pertanian dan pangan yang cukup baik. Melalui kerja sama ini, kita ingin membangun sinergi yang saling menguatkan, baik dalam hal distribusi, produksi, maupun pengembangan SDM,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan dinamika ekonomi yang berdampak pada sektor pangan.
“Kita ingin memastikan masyarakat di kedua daerah mendapatkan akses pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Zakirman, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada penguatan distribusi pangan serta peningkatan kapasitas kelembagaan petani.
“Mentawai memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun masih menghadapi kendala dalam distribusi dan pengelolaan. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap ada dukungan dalam hal teknologi, manajemen, serta akses pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi kerja sama secara konkret di lapangan.
“Kami siap berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di Kota Solok, terutama dalam pengelolaan pangan dan pemberdayaan petani. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah,” katanya.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran data dan informasi ketersediaan pangan, fasilitasi distribusi komoditas strategis, peningkatan kapasitas SDM, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, hingga pendampingan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal.
Melalui kesepakatan ini, kedua pemerintah daerah optimistis dapat membangun sistem ketahanan pangan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan geografis dan ekonomi di masa mendatang, khususnya bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Mentawai. (Tirman/Yy)






