MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Detik-detik keberangkatan haji 2026 mulai terasa. Embarkasi Padang kini masuk fase final persiapan. Seluruh layanan, dari tempat menginap hingga makanan di pesawat, sudah disatukan dalam satu sistem. Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 23 April. Hanya sehari setelahnya, mereka langsung diterbangkan ke Madinah. Pola ini sudah baku: setiap jamaah wajib menginap 24 jam penuh sebelum terbang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, menjelaskan bahwa masa tunggu itu bukan sekadar urusan administrasi.
“Ini konsolidasi layanan. Semua keperluan jamaah dipusatkan dalam one stop service: dari pembagian paspor, gelang identitas, sampai cek kesehatan,” ujarnya Jumat (17/4).
Tahun ini, embarkasi ini akan mengurus 4.024 orang. Sebanyak 3.928 di antaranya adalah jamaah biasa, sisanya petugas. Kapasitas asrama dibuat fleksibel. Kamar disiapkan untuk satu kelompok terbang, tapi jika pesawat terlambat, skenario darurat sudah dirancang untuk menampung lebih dari satu rombongan sekaligus.
Ada pula persoalan non-teknis yang tak kalah pelik. Tiap tahun selalu ada jamaah batal di menit-menit akhir, bahkan tak sedikit yang wafat setelah lunas membayar biaya haji. Di Sumbar, jumlahnya mencapai puluhan orang. Rifki memastikan hal ini sudah masuk dalam hitungan antisipasi.
Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, sang kepala kantor wilayah tetap optimistis. “Sejauh ini tidak ada indikasi gangguan terhadap pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi,” tegasnya.
Dari sisi udara, maskawat nasional pun ikut menyesuaikan. General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang, Boydike Kussudiarso, mengatakan menu penerbangan dirancang berdasarkan kebutuhan kesehatan jamaah sekaligus selera lokal. Pilihan lauk didominasi ayam dan ikan, dengan tekstur empuk untuk perjalanan jauh. Tapi identitas Embarkasi Padang tetap hadir: rendang. Untuk lansia, tersedia menu bubur khusus.
Selama penerbangan, setiap jamaah mendapat dua kali makanan berat dan satu kali camilan. “Seluruh menu sudah sesuai standar gizi,” ujar Boydike.
Operasional haji 2026 direncanakan berlangsung hingga pertengahan Juni, saat para jamaah mulai dipulangkan ke Tanah Air. Di antara kepastian jadwal dan potensi gangguan global, para penyelenggara hanya mengandalkan satu hal: sistem yang sudah disiapkan sekencang mungkin, tanpa celah.






