Pemko Solok Gelar Rembug Stunting 2022

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Pemerintah Daerah Kota Solok bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi perangkat daerah gelar Rembug Stunting 2022, Rabu (11/5/2022), di Akmal Room Balaikota Solok.

Rembug Stunting 2022 ini dibuka oleh Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra.

Read More

Stunting, menurut Wawako, adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia. Ini berakibat anak tidak tumbuh dengan normal sehingga tinggi anak kurang dari tinggi manusia normal.

Penyebab stunting pada anak, terang Dhani, bisa saja karena terserang infeksi. Penyakit diare dan penyakit pernapasan diketahui berdampak buruk pada pertumbuhan anak. Stunting terjadi ketika tinggi badan anak tergolong rendah dan tidak seimbang berat badan mereka.

“Untuk saat ini, Kota Solok berada pada angka 18,5% untuk kasus Stunting dan masih tergolong rendah. Tapi kita jangan berpuas diri dulu, karena angka ini bisa bertambah jika kita memperhatikan gizi anak. Karena itu, seimbangkan asupan gizi anak semenjak dari dalam kandungan hingga anak berumur 6 tahun,” pesan Wawako.

Lebih lanjut Dhani mengingatkan agar dilakukan pencegahan Stunting terhadap anak semenjak dini. Cukupi asupan gizinya, lakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, terapkan prilaku hidup bersih dan sehat, hindari paparan asap rokok, dan berolahraga secara rutin.

“Ikuti Rembug Stunting 2022 ini dengan serius. Dengan rembug stunting kita dapat menentukan langkah-langkah penting untuk memastikan rencana dan kegiatan yang akan kita lakukan,” pesanya.

Related posts