Ratusan Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Terlantar? Kepala Biro Hukum KP2MI dan Kepala BP3MI Sumbar Bongkar Alasan Mengejutkan Ini di Padang!

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Ada pemandangan yang cukup kontras di tengah tingginya angka pencari kerja saat ini. Di satu sisi, jutaan pasang mata memandang bursa kerja domestik dengan penuh harap, namun di sisi lain, ratusan ribu kursi lowongan pekerjaan bergaji fantastis di luar negeri justru seolah “menganggur” karena kekurangan kandidat yang memenuhi kualifikasi.
Fakta mencengangkan ini dibeberkan langsung oleh Kepala Biro Hukum Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Wahyudi Putra, bersama Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat, Jupriyadi, saat hadir dalam sosialisasi program SMK Go Global di Padang pada Selasa (29/9). Di hadapan para peserta, keduanya mengupas tuntas peluang emas yang selama ini luput dari pandangan anak muda Indonesia, khususnya di Sumatra Barat.

“Hingga Agustus 2026 saja, permintaan tenaga kerja global melalui SISKOP2MI sudah mencatat angka fantastis mencapai 296.621 lowongan. Sayangnya, baru sekitar 25,8 persen saja yang berhasil kita penuhi,” ungkap Wahyudi dengan nada prihatin bercampur optimis.

Menurutnya, tantangan terbesar bangsa ini bukanlah ketiadaan lapangan pekerjaan di tingkat global, melainkan belum optimalnya keterhubungan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi—seperti SMK—dengan standar ketat yang ditetapkan pasar internasional. Akibatnya, banyak talenta lokal yang hanya berputar di lingkaran pekerja berketerampilan rendah (low skilled), padahal dunia internasional sedang berlomba-lomba merebut tenaga kerja profesional di sektor kesehatan, manufaktur, transportasi, hospitality, konstruksi, agrikultur, hingga seabased.

Menyambung hal tersebut, Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, menegaskan komitmen jajarannya di daerah untuk mengawal ketat implementasi program direktif Presiden bertajuk “SMK Go Global” ini agar dapat diakses secara merata oleh putra-putri daerah Sumatera Barat.

“Kami di BP3MI Sumatera Barat siap mengawal dan mengimplementasikan program SMK Go Global ini secara optimal. Sumatra Barat memiliki banyak potensi talenta muda dan lulusan vokasi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka berangkat melalui jalur prosedural, dibekali keterampilan teknis maupun bahasa yang mumpuni, serta terlindungi secara utuh dari aspek hukum, sosial, maupun ekonomi. Kami juga terus mengimbau masyarakat agar waspada terhadap bujuk rayu calo atau sindikat penempatan ilegal yang hanya menjerumuskan,” tegas Jupriyadi.

Melalui sinergi pusat dan daerah ini, program pelatihan dan penyiapan talenta dipastikan tidak dipungut biaya alias gratis, dengan target nasional bertahap mencapai 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)—terdiri dari 300.000 lulusan SMK dan 200.000 dari kalangan masyarakat umum hingga tahun 2029.

Negara-negara tujuan favorit seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga kawasan Eropa Barat dan Timur pun telah membuka pintu lebar-lebar bagi tenaga kerja Indonesia yang bersertifikasi.
Wahyudi dan Jupriyadi sama-sama mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektoral di Sumatera Barat—mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas ketenagakerjaan, hingga sekolah dan lembaga pelatihan (BLK/LPK)—untuk bahu-membahu menjembatani talenta lokal ini agar bertransformasi menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mandiri, berdaya, dan bermartabat.

“Peluangnya sudah di depan mata, gajinya kompetitif, dan pelindungnya jelas berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2017. Pertanyaannya sekarang, apakah kita mau ambil kesempatan ini, atau terus membiarkan lowongan itu direbut tenaga kerja dari negara lain?” pungkas Jupriyadi.

Bagi masyarakat maupun lulusan SMK di Padang dan sekitarnya yang bernyali besar untuk mengubah nasib dan mendunia secara prosedural serta aman, pintu pendaftaran kini terbuka lebar melalui kantor BP3MI Sumatera Barat atau portal resmi layanan KP2MI. Siapkan diri Anda, karena masa depan gemilang di luar negeri sedang menunggu untuk dijemput.

Kepala Sekolah SMK 2 Padang, Elvi Fitriana menyambut baik Program SMK Go Global memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat bagi generasi muda di Kota Padang, khususnya dalam mempersiapkan kompetensi teknis sebelum memasuki dunia kerja luar negeri.

“Kami menyambut baik adanya Program SMK Go Global ini dan sangat tertarik untuk dapat menjadi salah satu pelaksana.

Kami optimis program ini akan sangat membantu para muda-mudi di Kota Padang, khususnya melalui pelatihan teknis sebagai persiapan untuk bekerja ke luar negeri,” ujar Elvi Fitriana

Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan satuan pendidikan dalam program tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk memberikan akses pelatihan yang lebih terarah kepada generasi muda, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pos terkait