MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Siapa bilang perayaan hari jadi harus selalu identik dengan pesta dan kemeriahan yang ramai? Pemerintah Provinsi Sumatera Barat justru memilih cara berbeda nan penuh makna untuk memeriahkan Hari Jadi Sumbar ke-81. Mereka memilih berbagi kebahagiaan dengan cara yang paling tulus: mendatangi dan menghabiskan waktu bersama para penghuni Panti Jompo Wisma Cinta Kasih, Rabu (9/9/2026).
Suasana haru sekaligus hangat langsung menyelimuti kompleks Yos Sudarso itu sejak rombongan tiba. Dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar, Harneli Mahyeldi, para pejabat dan kepala OPD terlihat begitu akrab menyapa satu per satu wajah-wajah senior yang sudah lama tidak mendapat kunjungan istimewa seperti ini.
“Hari jadi bukan sekadar seremoni. Ini tentang bagaimana kita menghadirkan kepedulian dan kebahagiaan,” ujar Harneli dengan senyum hangat yang tak pernah luntur dari wajahnya. Matanya berbinar penuh ketulusan saat berbincang dengan para lansia, seolah berbicara dengan orang tua sendiri.
Momen Pemotongan Tumpeng yang Bikin Semua Tersenyum
Puncak kehangatan terasa ketika Harneli bersama seluruh penghuni panti melakukan pemotongan tumpeng—simbol syukur dan kebersamaan. Tawa riang pecah saat mereka kemudian bernyanyi bersama, mengubah ruangan sederhana itu menjadi panggung kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Beberapa penghuni panti bahkan terlihat tak kuasa menahan air mata haru—bukan karena sedih, melainkan karena bahagia diperhatikan.
Bukan hanya hadir, rombongan juga menyerahkan bantuan kebutuhan harian untuk mendukung operasional panti. Tapi yang jelas, bantuan materi mungkin tak sebanding dengan kehadiran dan perhatian yang mereka berikan sore itu.
42 Lansia Merasa Diistimewakan
Vivi, perwakilan pengurus panti, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Bagi kami ini adalah penghormatan,” ucapnya dengan suara bergetar. “Kehadiran Ibu Gubernur dan rombongan memberikan keceriaan tersendiri bagi para penghuni.”
Dijelaskan Vivi, Panti Jompo yang berdiri sejak 5 Februari 1987 ini saat ini menampung 42 orang lansia—29 perempuan dan 13 laki-laki. Menariknya, mereka tak hanya berasal dari berbagai daerah di Sumbar, tapi juga dari luar provinsi. Menandakan bahwa panti ini telah menjadi rumah kedua bagi banyak orang dari berbagai penjuru.
Kegiatan serupa juga digelar di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih di Sicincin, Padang Pariaman, memastikan bahwa kebahagiaan dibagikan secara merata kepada para lansia di dua lokasi berbeda.
Lebih dari Sekadar Kunjungan
Bagi Harneli, kegiatan ini adalah pengingat bahwa masyarakat lanjut usia adalah bagian tak terpisahkan yang harus dihormati dan diperhatikan. “Perhatian terhadap mereka adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian sosial.
Sore itu, di tengah hiruk-pikuk perayaan yang biasanya dirayakan dengan gemerlap, Harneli Mahyeldi dan jajaran Pemprov Sumbar memilih sunyi—namun justru di sana mereka menemukan makna sejati dari hari jadi: kebersamaan yang menghangatkan jiwa, yang dirasakan tidak hanya oleh para penghuni panti, tetapi juga oleh semua yang hadir.
Sebuah perayaan yang mungkin tak terlihat megah, tapi meninggalkan jejak di hati yang tak akan pernah pudar.







