MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag., Datuk Palimo Basa, mengingatkan kembali soal pentingnya memilih orang-orang yang tepat di sekitar seorang pemimpin. Peringatan itu ia sampaikan lewat akun Facebook pribadinya belum lama ini dengan mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang dikenal luas di kalangan umat Islam.
Dalam pesannya yang berbahasa Arab, Buya menulis pembuka berbunyi:
“صالح الوالي بصالح البطالة.”
(Kebaikan seorang pemimpin juga tergantung dengan kebaikan orang-orang yang senantiasa berada di sekitarnya).
Pesan ini, menurut Buya Gusrizal, merupakan rumusan yang ditarik dari sabda Rasulullah. Sang ulama yang juga dikenal vokal ini kemudian mengutip hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:
“ما من والٍ إلا وله بطانتان: بطانة تأمره بالمعروف وتنهاه عن المنكر، وبطانة لا تألوه خبالاً، فمن وُقي شرها فقد وُقي، وهو من التي تغلب عليه منهما.”
Terjemahannya kurang lebih berbunyi, “Tidak ada seorang pemimpin pun kecuali ia memiliki dua golongan orang terdekat: satu golongan yang menyuruhnya berbuat makruf dan mencegahnya dari kemungkaran, dan satu golongan lain yang tidak henti-hentinya menyesatkan dan merusaknya. Maka barangsiapa yang dilindungi dari keburukan golongan yang kedua, sungguh ia telah dilindungi, dan seorang pemimpin akan condong pada golongan mana yang lebih kuat pengaruhnya atas dirinya.”
Dengan kata lain, Buya mengingatkan bahwa sebaik apapun seseorang, kualitas kepemimpinannya sangat ditentukan oleh siapa saja yang mengelilinginya. Orang-orang terdekat inilah—yang dalam bahasa Arab disebut “bithanah” (pembantu rahasia atau lingkaran dalam pemimpin)—yang berperan besar dalam membawa pemimpin tersebut ke jalan yang benar atau sebaliknya.
Buya Gusrizal, yang juga pernah menjadi Ketua Umum MUI Sumatera Barat periode 2020-2025, tidak hanya berhenti di situ. Dia kemudian menegaskan bahwa pesan ini adalah ‘catatan dan peringatan’ bagi semua pihak untuk terus berhati-hati.
Wallahu a’lam.






