Manusia yang Sombong, Inilah Ciri-cirinya

  • Whatsapp
Manusia sombong
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh : Lezia Maharani

Setiap manusia pasti memiliki berbagai macam sifat, baik itu sifat negatif maupun sifat positif, semua orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda sangat wajar jika memiliki berbagai macam sifat, tetapi tidak semua orang memiliki sifat sombong, sifat sombong inilah yang akan membuatmu hancur, orang yang memiliki sifat sombong cenderung egois, keras kepala dan susah dinasehati.

Read More

Biasanya orang sombong sering membicarakan tentang dirinya sendiri, apapun topik yang dibahas pasti akan berbelok berbicara tentang dirinya sendiri, Misalnya saja ketika kamu berkumpul disebuah tempat dengan teman-temanmu dan kamu sedang membahas masalah sebuah lamaran di perusahaan, nah orang sombong ini akan menjawab “Oh yang punya perusahaan itu om aku loh” atau gini “Udah biar aku yang bantuin kamu pasti diterima kok, kan papaku sendiri pemilik sahamnya” informasi ini sebenarnya sangat penting buat orang yang akan melamar pekerjaan tadi, tetapi dengan cara penyampaiannya membuat orang tersinggung atau merasa insecure dengan mereka yang membangga-banggakan dirinya, hal ini sama saja diibaratkan dalam sebuah pepatah “Sekali mendayung dua tiga pulau terlampau “ yang dimaksud pepatah disini adalah dia tidak hanya menawarkan sebuah pertolongan kepada temannya, tetapi dia juga  memberitahukan ke semua orang kalau dia punya orang tua yang sangat kaya dan berpendidikan tinggi.

Sifat sombong sering muncul karena adanya sesuatu yang  berlebihan seperti bertambahnya harta, ia mampu membeli barang-barang berharga karena dompetnya dapat menjawab segala keinginannya, naiknya kedudukan atau jabatan diposisi inilah ia merasa segala keputusan dan kekuasaan berada dalam tangannya, dan bertambahnya ketaatan dalam dirinya seperti seseorang yang sering pergi ke mesjid dan melakukan sholat berjamaah tanpa pernah meninggalkan sholatnya sekalipun lalu ia melihat temannya yang tidak pernah untuk datang ke mesjid sekalipun, ia berkata “mungkin temanku belum mendapat hidayah seperti diriku” hal ini juga akan membuat orang menjadi sombong.

Tidak hanya itu, orang sombong tidak akan mempamerkan sesuatu yang ia miliki atau segala hal tentang dirinya tetapi orang sombong juga sering menceritakan orang-orang penting di sekelilingnya misalnya, gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba ia berkata “Eh, tahun kamaren adikku pernah memenangkan lomba gitar solo loh, juara 1 tingkat provinsi” atau “Kemaren ibuku naik jabatan jadi kepala sekolah loh” sikap ini juga tanda kalau kamu suka menceritakan kelebihan orang disekitarmu, sementara bagaimana perasaan orang sekitarmu setelah mendengar itu tersebut? Saat itu orang lain tidak akan marah padamu atau tidak akan melarangmu bercerita tapi orang lain akan menyadari bagaimana sifat dan karaktermu yang sebenarnya, setiap orang pasti punya pendapatnya masing-masing, adakalanya setelah kamu bercerita dia tidak akan memperdebatkan apapun dia hanya mengambil bagian positifnya saja, dan menjadi sebagai motivasi yang baik buat dia kedepannya, tapi tidak dengan yang lain tidak semua orang seperti itu adakalanya dia merasa kamu hanya sekedar memamerkan apa yang kamu punya tanpa disadari orang lain akan merasa ilfil atau muak menjadi temanmu dan sangat buruk efeknya bagimu entah kamu dijauhi banyak orang, atau orang lain akan bosan mendengar ceritamu selanjutnya atau bisa jadi kamu di cap sebagai manusia sombong. Saat berada di depanmu, kamu akan dianggap sempurna karena punya banyak hal yang mereka sendiri tidak punya sementara saat mereka berada di belakangmu mereka akan menjelekkanmu, apalagi jika kamu tidak berteman lagi dengannya maka mereka akan mengumbar segalai aib yang kamu punya.

Hal ini sangat sering terjadi di manapun dan kapapun, banyak sekali manusia sombong di dunia ini. Apakah kamu tau sifat sombong adalah sumber dosa? Sedangkan gunung yang tinggi, besar, luas dan gagah perkasa tidak pernah bangga, lalu kenapa kamu hanya punya sejentik saja sudah sombong. Apa yang kamu punya?

Segala hal yang ada pada dirimu tidak akan ada artinya jika kamu bersifat sombong, ketahuilah itu semua hanya titipan dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Untuk itu janganlah kamu merasa punya segalanya karena hidup bukan tentang berapa banyak harta yang telah kamu miliki, terkadang hidup seperti roda yang selalu berputar, adakalanya kamu berada diatas dalam artian hidupmu berjalan sangat baik sesuai dengan yang kamu inginkan dan adakalanya kamu berada di bawah yang membuatmu merasakan pahitnya kehidupan, saat berada diposisi ini akan membuatmu merasa sedih dan jangan sesekali kamu berfikir pesimis dan suram, mungkin pada situasi ini kamu akan berfikir seolah-olah situasi ini tidak akan pernah berakhir, tetapi itu hanya persepsi subjektif yang membuat pikiran cenderung dalam menghadapi sebuah peristiwa terjadi dan kamu sendiri yang akan tau bagaimana cara mengatasinya.

Jika kamu sedang berada di bawah teruslah berjuang, saat berada diatas jangan pernah merasa kalo kamu sudah memiliki lebih dari segalanya, banyak diluar sana yang memiliki segalanya bahkan jauh lebih tinggi dibanding kamu, tetapi mereka hanya diam tidak pernah sombong, ingat dunia tidak hanya tentang kamu, diatas langit masih ada langit, terlalu sombong untuk berfikir kamu tidak membutuhkan teman, terlalu naif untuk berfikir semua orang adalah temanmu.

Hidup bukan tentang apa yang kamu inginkan dan seberapa hebat kamu atau seberapa banyak hal yang telah kamu capai, tetapi manusia tidak akan bisa hidup sendiri pasti membutuhkan orang lain, lalu kenapa masih menjadi manusia sombong? mungkin kamu bisa belajar dari tukang parkir meski dia punya banyak mobil dia tak pernah sombong, karena dia tau itu semua hanya titipan. Kebanyakan orang sombong yang belum mengerti bagaimana keadaan yang sebenarnya, mereka hanya memikirkan yang terjadi pada saat itu dan tidak memikirkan bagaimana kedepannya.

/* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Daerah Minangkabau, Universitas Andalas.

Related posts