Musda keXI MUI Sumbar Berjalan Sukses, Sekjen MUI Pusat: Insiden Walk Out Hanya Masalah Komunikasi, Saatnya Ulama Bersatu!

  • Whatsapp
Foto bersama usai Musda ditutup oleh Sekjen MUI Pusat (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat yang berlangsung pada 11-12 Juli 2026 akhirnya menetapkan kepengurusan baru periode 2026-2031. Meski sempat diwarnai insiden walk out yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Buya Dr. Amirsyah Tambunan, menilai persoalan ini hanya masalah komunikasi yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat melalui mekanisme keulamaan.

“Ini Hanya Kerikil Kecil”

Insiden walk out terjadi ketika NU dan Perti memilih meninggalkan ruang sidang formatur, dengan menilai Musda MUI Sumbar tidak becus dan terjadi pemaksaan penempatan nama-nama formatur oleh sejumlah pihak. Ketua Pimpinan Wilayah NU Sumbar, Ganefri, bahkan menyatakan NU dan Perti sepertinya berusaha disingkirkan.

Namun, Buya Amirsyah Tambunan yang turut mendampingi jalannya sidang formatur bersama Wakil Sekretaris Jenderal Ihsan Tanjung justru melihat insiden ini dengan kepala dingin. Menurutnya, persoalan ini adalah masalah komunikasi semata dan semestinya bisa diselesaikan dengan cepat melalui mekanisme keulamaan.

“Tantangan kita bukan hanya keumatan, tetapi juga kebangsaan,” tegas Buya Amirsyah. Buya mengingatkan bahwa para ulama hadir untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara—bukan untuk kepentingan sesaat.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar yang baru terpilih, Prof. Dr. Asasriwarni, menyebut insiden walk out hanya sebagai “kerikil kecil” di tengah perjalanan panjang organisasi. “Cuma ada kerikil-kerikil kecil yang menyebabkan kita tersandung, itu perlu disempurnakan dengan secara baik di masa depan,” ujarnya.

Hasil Formatur Tetap Sah, Kepengurusan Baru Ditetapkan

Sidang formatur yang berlangsung tengah malam pada Sabtu (11/7/2026) tetap berjalan sesuai ketentuan dan berhasil menetapkan kepengurusan baru MUI Sumbar. Buya Dr. Zulkarnaini resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MUI Sumbar menggantikan periode kepemimpinan Buya Dr. Gusrizal Gazahar yang kini menjabat Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat. Sementara itu, Prof. Dr. Asasriwarni dipercaya memimpin Dewan Pertimbangan MUI Sumbar.

Ketua Panitia Musda ke-11 MUI Sumbar, Nurman Agus, menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan telah berjalan sesuai Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD-PRT) MUI yang ditetapkan MUI Pusat. Sidang formatur yang beranggotakan 15 orang dari perwakilan lima zona daerah, empat organisasi kemasyarakatan Islam, unsur perguruan tinggi, dan pondok pesantren, berjalan mandiri tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Saatnya Ulama Bersatu, Umat Kuat!

Di tengah berbagai dinamika, Buya Amirsyah Tambunan mengingatkan bahwa Musda MUI adalah ajang berkumpulnya para ulama dan merajut ukhuwah. “Saatnya kita bergandengan tangan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” pesannya.

MUI memiliki agenda besar Himayatul Ummah: memberikan perlindungan bagi akidah dan moral umat dari berbagai penyimpangan, serta Tarbiyatul Ummah: memberdayakan umat. “Kalau ulama bersatu, maka umat akan kuat,” tegasnya.

Musda XI MUI Sumbar yang mengusung tema “Meneguhkan Khidmat Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Umat” ini dinilai berlangsung dengan gembira dan suka cita. Dengan terpilihnya kepengurusan baru, harapan besar kini tertuju pada sinergi para ulama untuk menjaga moralitas, persatuan, dan kedaulatan bangsa.

“Semua ormas pendiri MUI maupun peserta lain, masing-masing yang menerima mandat punya hak suara,” tegas Asasriwarni, mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan melakukan tabayyun (klarifikasi).

Musda telah usai. Kini saatnya seluruh komponen bersatu padu menjalankan amanat untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Related posts