MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat yang pembukaan berlangsung di Auditorium Gubernuran 10 Juli 2026 dan agenda Musda Aula BKOM dan Pelkes Padang, 11Juli 2026, akhirnya menetapkan kepengurusan baru periode 2026-2031. Buya Dr. Zulkarnaini resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MUI Sumbar menggantikan periode Buya Dr. Gusrizal Gazahar yang sekarang menjabat Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, sementara Prof. Dr. Asasriwarni dipercaya memimpin Dewan Pertimbangan.
Meski sempat diwarnai insiden walkout yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) jelang sidang formatur, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar yang baru terpilih menegaskan bahwa seluruh proses musda telah berjalan sesuai AD/ART organisasi.
“Kerikil Kecil” di Tengah Jalan Panjang
“Alhamdulillah, Musda MUI Sumbar ke-XI sudah berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Asasriwarni. “Cuma ada kerikil-kerikil kecil yang menyebabkan kita tersandung, itu perlu disempurnakan dengan secara baik di masa depan.”
Menanggapi insiden walkout NU dan Perti yang terjadi sebelum formatur selesai bersidang, Asasriwarni menyebut hal itu perlu “dicooling downkan”. Ia menegaskan bahwa tidak ada dominasi ormas tertentu dalam musda kali ini. “Semua ormas pendiri MUI maupun peserta lain, masing-masing yang menerima mandat punya hak suara,” jelasnya.
Apresiasi untuk Panitia, Seruan Tabayyun
Di tengah tudingan sebagian pihak yang menilai panitia tidak becus, Asasriwarni justru memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah menyelenggarakan musda ke-XI dengan sukses. Jadi tidak benar panitia tidak becus,” tegasnya.
Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan melakukan tabayyun (klarifikasi). Meski demikian, ia menyadari hak setiap ormas untuk menyampaikan keberatan ke MUI pusat. “Kita tidak bisa masuk dalam persoalan tersebut,” ujarnya.
Rangkaian Acara Mewah
Musda yang mengusung tema “Meneguhkan Khidmat Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Umat” ini dibuka dengan khidmat. Sekretaris Jenderal MUI Pusat Buya Amirsyah Tambunan dan Wakil Sekjen MUI Pusat Ihsan Tanjung hadir mendampingi, bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi, Ketua DPRD Muhidi, Wakapolda Brigjen Solihin, serta para pimpinan ormas Islam, Baznas, Kakanwil Kemenag Sumbar, pimpinan pondok pesantren, dan sejumlah rektor PTN dan PTS se-Sumbar.
Ketua Panitia Musda, Drs H. Nurman Agus, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. “Alhamdulillah tidak ada rintangan, hambatan maupun kendala yang mengganggu jalannya Musda,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa sidang formatur yang terdiri dari 15 orang berlangsung tanpa intervensi dari pihak mana pun.
Hasil Akhir: Kepengurusan Baru Siap Berkarya
Sidang formatur yang disaksikan langsung oleh perwakilan MUI Pusat itu menetapkan Buya Dr Zulkarnaini sebagai Ketua Umum, Asasriwarni sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, Ki Jal Atri Tanjung sebagai Sekretaris Umum, dan Solsafad sebagai Bendahara Umum MUI Sumbar terpilih.
Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, Asasriwarni berharap MUI Sumbar ke depan semakin solid. “Kerikil-kerikil kecil yang terjadi saat musda akan menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan di masa mendatang,” pungkasnya.






