Pemkab Solok Gencarkan Sosialisasi Pekat dan Narkoba di Kalangan Pelajar

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, TALANG BABUNGO – Wakil Bupati Solok, Candra, menekankan peran orang tua, keluarga, Ninik Mamak, dan masyarakat adalah paling utama dalam mencegah dan membendung pengaruh narkoba dilingkungan generasi muda di Kabupaten Solok.

Mendukung semua itu, Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyakit masyarakat (pekat) dan penyalahgunaan narkoba. Di antaranya melalui kegiatan sosialisasi di MTsN 3 Solok Alahan Panjang dan MTsN 6 Solok Talang Babungo, Senin lalu (06/04/2026).

Read More

Kepala MTsN 3 Solok, Rusmaida, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Solok beserta seluruh undangan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

“Sejak saya dipercaya memimpin MTsN 3 Solok pada 1 Juli 2025, kami terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag., M.M., menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi generasi muda saat ini, yakni rendahnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama.

“Banyak generasi muda yang mengaku beragama Islam, namun belum mampu membaca Al-Qur’an, tidak melaksanakan shalat, dan jauh dari masjid. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, ditemui MinangkabauNews.com, Kamis (30/4/2026), di Arosuka, mengingatkan para pelajar akan bahaya laten penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas yang dapat berdampak panjang terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.

Ia mencontohkan kasus penyakit menular seperti HIV/AIDS yang memiliki masa inkubasi panjang sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.

“Ketika seseorang masih muda dan memiliki daya tahan tubuh yang baik, penyakit itu bisa tidak langsung terlihat dampaknya. Namun ketika sudah memasuki fase berat, kondisi tersebut bisa berujung fatal. Ini yang harus kita cegah sejak dini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wabup Candra juga menekankan pentingnya peran regulasi di tingkat nagari dalam menjaga ketertiban dan moral masyarakat. Ia mengangkat contoh keberhasilan Nagari Paninggahan yang konsisten menerapkan aturan larangan hiburan malam selama lebih dari dua dekade.***

Related posts