MINANGKABAUNEWS, KAMPUANG TANGAH — Wakil Bupati Solok, Candra, ajak kaum suku kot di Jorong Kampuang Tangah untuk memperkuat silaturahmi dan konsistensi dalam berbuat baik, sehingga tercipta keharmonisan dalam kaum dan masyarakat di jorong dan nagari.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Solok Candra saat berkumpul dengan kaum suku koto dalam kegiatan halal bi halal Persatuan Keluarga Besar Suku Koto di Rumah Gadang Bawah Bungo Dt Tumangguang Rajo, Jorong Kampuang Tangah, pada Minggu lalu (05/04/2026).
Candra juga mengajak seluruh keluarga besar Suku Koto untuk senantiasa menjaga semangat bekerja dan berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutip Surat At-Taubah ayat 105, Candra menegaskan setiap manusia diperintahkan untuk bekerja keras, beramal saleh, dan berkarya dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, setiap amal perbuatan tidak hanya disaksikan oleh Allah SWT, tetapi juga oleh Rasul dan sesama orang beriman, serta akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
“Jangan pernah lelah untuk berbuat baik, di mana pun dan kapan pun, baik terlihat maupun tidak. Karena setiap kebaikan sekecil apa pun akan kembali kepada diri kita sendiri, begitu pula sebaliknya,” ujar H. Candra.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai kebaikan tidak diukur dari besar kecilnya, melainkan dari keikhlasan dan konsistensi dalam melaksanakannya. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menyatakan bahwa sekecil apa pun kebaikan maupun keburukan akan mendapat balasan yang setimpal.
Di temui MinangkabauNews.com, Kamis (30/4/2026), Ketua Persatuan Keluarga Besar Suku Koto, Bedrizal Zandra, S.Pd mengungkapkan halal bi halal merupakan ajang berkumpul dan bersilaturahmi kaum suku koto. Kehadiran Wakil Bupati Solok, Candra, merupakan sebuah penguatan bagi kaum Suko koto dalam mempererat silaturrahmi internal suku koto dan masyarakat di Jorong dan Nagari.
Sementara, Niniak Mamak Suku Koto, Angku M. Rajo Pangulu, S.H menyampaikan apresiasi dimana halal bihalal menjadi wadah penting untuk memperkuat ikatan kekerabatan, terutama di tengah tantangan kehidupan modern yang membuat sebagian anggota keluarga berada di perantauan.
“Momentum seperti ini sangat berharga bagi kita untuk berkumpul. Namun, kita juga harus menyesuaikan dengan kondisi dunsanak kita di rantau yang memiliki keterbatasan waktu. Perencanaan yang lebih matang akan membuat kegiatan ini semakin optimal,” ujarnya.***






