Polda Sumbar Ringkus Empat Penambang Illegal Mining di Pasaman dan Sijunjung

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Jajaran Ditreskrim Polda Sumbar menangkap empat pelaku illegal mining (Tambang tanpa izin) di Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Pasaman.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang kita kembangkan dan juga hasil laporan anggota kita, kita berhasil mengamankan empat tersangka dengan lokasi di dua tempat berbeda Pasaman dan Sijunjung,” kata Kombes Pol Satake Bayu Setianto saat konferensi pers di Polda Sumbar, Senin (28/3/2022).

Read More

Lanjutnya, adapun tersangka di Sijunjung berinisial S (54) warga Kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta, dan S alias A (35) warga Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.

Untuk di Pasaman, tersangka MI (28) sebagai operator alat berat, warga Kelurahan Padang Tarok Baso, Kabupaten Agam. Kemudian S alias U, warga Kecamatan Koto Parik Gadang Kabupaten Solok Selatan.

Barang bukti yang diamankan, satu unit controller alat berat eskavator, sebuah timbangan, karpet, sebuah kunci alat berat, dua buah selang spiral warna biru, dan dua buah dulang.

Sementara, Ditreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Adip Rojikan, S.Ik menerangkan, bahwa sesuai apa yang disampaikan Kapolda, tidak ingin adanya segala macam praktik ilegal mining.

“Kami melakukan upaya tindakan hukum dengan 3 TKP. Yakni 2 di Pasaman dan 1 di Sijunjung,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan atensi dari Kapolda Sumbar tersebut, maka pihaknya membuktikannya dengan mengamankan para pelaku illegal mining (penambangan emas tampa izin) yang sangat berdampak pada lingkungan.

“Keempat tersangka akan kami proses hukum sesuai Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Pasal 35 dengan ancaman 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 milyar rupiah,” tegasnya.

Untuk itu lanjut Kombes Pol Adip Rojikan, pihaknya akan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap praktik illegal. “Jika ditemukan akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Terkait sudah berapa lama para pelaku melakukan aksinya, Ditreskrimsus menerangkan pihaknya masih melakukan tahapan pendalaman.

Sementara, terkait penggunaan mercury, katanya, saat dilakukan penangkapan pelaku tambang emas tanpa izin, mereka melakukan penambangan dengan alat berat (eskavator) dan box.

“Jadi saat penangkapan tidak ditemukan adanya penggunaan mercury,” tutup Kasubdit IV Ditreskrimsus Kompol Firdaus

Related posts