Gali Potensi Investasi & Sumber Daya yang Dimiliki Ranah Minang, Ruang Diskusi Anak Nagari Helat Talkshow

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Ruang Diskusi Anak Nagari (RDAN) menyelenggarakan Talkshow di RM Sederhana Padang, Jl. Rasuna Said No. 81A, Rimbo Kaluang, Padang Barat, Padang, Selasa, (19/12/2023). Dengan tema “Tantangan Investasi & Pembangunan Ekonomi di Sumatera Barat”.

Adapun Narasumber antara lain Dr. Egi Juniardi, bidang Perencanaan Investasi DPMP TSP Sumbar, Ahmad Hafizd selaku Ketua bidang Ekonomi Digital DPP APINDO Sumbar. Dan Aznil Mardin sebagai Pengamat Sosial Universitas Negeri Padang.

Read More

Ketua Panitia Diskusi Afrizal mengatakan Ruang Diskusi Anak Nagari merupakan merupakan jembatan komunikasi antara anak muda dan pemerintah dan swasta untuk berpartisipasi dalam kemajuan pembangunan publik Sumbar memiliki banyak potensi investasi, seperti sumber daya alam, pertanian, dan perdagangan, dapat memberikan dampak besar pada pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

Lanjutnya, Investasi, bukan sekadar transaksi finansial, melainkan pintu masuk yang memandu perkembangan sebuah daerah. Pertumbuhan industri, sebagai indikator utama aktivitas ekonomi, memberikan daya ungkit signifikan. Kenaikan investasi turut menggerakkan roda perekonomian, menanam modal, dan meningkatkan produksi barang dan jasa. Dengan demikian, peningkatan produksi menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Dalam suatu ekosistem ekonomi, investasi membawa dampak melalui efek domino. Penanaman modal tidak hanya menciptakan lahan pekerjaan baru, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, pertanian, dan perdagangan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumatera Barat (Sumbar) terus mendorong pemerintah setempat untuk bisa menyiapkan strategis jelas dalam melindungi investasi, dan dampaknya nyatanya bagi masyarakat.

Ketua Bidang Ekonomi Digital, APINDO Sumbar, Ahmad Hafidz mengatakan, saat terkait iklim di Sumatera Barat baru baik secara data. Namun, fakta dilapangan masih belum tergambarkan.

“Peluang investasi di Sumatera Barat dinilai masih belum memiliki dampak secara nyata. Sehingga Sumatera Barat butuh brand khusus untuk menarik investasi sendiri,” ungkap Hafidz dalam Ruang Diskusi Anak Nagari Sumbar, Selasa 19 Desember 2023.

Ia menyampaikan, terkait terobosan dalam menarik investasi di Sumatera Barat, pemerintah harus bisa memikirkan langkah strategi, selain bisa meyakinan investor untuk berinvestasi, juga memikir dampak apa yang bisa dirasakan masyarakat.

“Setidaknya ada enam faktor yang daya tarik investasi di Indonesia. Tentu ini juga bisa dicoba di Sumbar,” terangnya.

Ia menjelaskan, beberapa faktor yang dianggap bisa menyakinkan investor ke Sumbar itu yang pertama adalah soal stabilitas hukum dan politik. Selain soal hukum dan politik, juga soal SDM.

“Apa yang perlu kita perkuat, SDM kita. Ini juga menjadi PR kita bersama untuk menyuarakan. Ini dikita saja, tol saja saat ini belum siap-siap sampai saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Pengamat Sosial, Aznil Mardin menilai selain soal peluang investasi, pemerintah juga harus bisa memperhatikan ketaatan para investor terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan pada lingkungannya.

Karena menurutnya, selain memperhatikan iklim investasi dan keuntungan secara besar. Namun, investasi juga dilihat dari sisi dampak  secara sosial terhadap ekonomi.

“Jangan CSR itu hanya sebagai pencitraan, seharusnya efektivitas ini perhatikan. Sekarang sejauh mana pengelolaannya,” terangnya.

Ia berkaca dari sejumlah program-program perusahaan-perusahaan swasta di Sumbar yang saat ini bisa menjadi percontohan di Sumbar, menurutnya adalah Pabrik Aqua di Kabupaten Solok.

Ia menjelaskan, Pabrik Aqua di Solok saat ini telah mencoba menggali potensi lokal setempat untuk bisa dikelola bersama masyarakat dan melahirkan produknya.

Selain melahirkan produknya, Aqua juga dinilai bisa melakukan pembinaan terhadap hilirisasi produk yang diolah. Ini dinilai sebagai CSR yang memiliki hasil dan arah yang jelas untuk mengembangkan ekonomi sosial masyarakat.

“Ini saat ini sudah kualitas internasional. Aqua bisa membina bukan sekedar kasih uang, tapi dari bercocok tanam hingga hilirisasinya dipikirkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bidang Investasi DPMPTSP Sumbar, Edi Junaidi mengakui, saat pemerintah Sumbar terus melakukan sumber terobosan dalam meningkatkan kondusifitas investasi.

Ia mengatakan, sejauh ini selain promosi, juga melakukan penguatan-penguatan regulasi yang bisa dijadikan sebagai upaya dalam melindungi dan meyakinkan investor di Sumbar.

“Meningkatkan ekonomi kreatif¬† dan ekonomi digital. Kita terlepas dari regulasi. Ini terus kita lakukan dan semoga bisa menghasilkan investasi yang baik,” tutupnya.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts