Gelar Rembuk Stunting, Pemko Tandatangani Komitmen Bersama

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG – Pemko Padang Panjang menggelar Rembuk Stunting yang menghasilkan komitmen bersama penurunan stunting serta rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi lintas sektoral,di Hotel Rangkayo Basa.Rabu (27/7/2022).

Dihadiri Kapolres, AKBP. Donny Bramanto, SIK, Ketua TP-PKK  dr. Dian Puspita Fadly, Sp.JP, Ketua GOW, Nova Era Yanthy Asrul, Forkopimda dan Ketua Dharma Wanita, Sri Hidayani Sonny Budaya, turut menandatangani komitmen tersebut. 

Read More

Wali Kota diwakili Sekdako, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si menyampaikan, penurunan stunting memerlukan kerja sama seluruh unsur dan elemen masyarakat.

“Rembuk Stunting merupakan bagian dari komitmen kita bersama menguatkan upaya konvergensi penurunan stunting secara bersama-sama. Secara khusus Rembuk Stunting akan membahas rencana konvergensi stunting,” ujarnya.

Kegiatan ini, sebutnya, merupakan aksi ketiga dari delapan rencana aksi konvergensi.  

“Kepada ketua DPRD dan rekan Forkopimda untuk dapat kiranya bersama-sama mengawal dan mengawasi upaya konvergensi penurunan stunting di Kota Padang Panjang,” sebutnya.

Lebih lanjut, penurunan stunting menjadi fokus pemerintah karena berkaitan dengan kualitas SDM generasi penerus bangsa.

“Stunting merujuk pada kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan. Tidak saja mempengaruhi tinggi badan balita, tetapi juga berdampak terhadap kecerdasan dan kesehatan untuk jangka panjang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah mengatakan, Rembuk Stunting mengacu pada Peraturan Presiden RI No. 72 Tahun 2021 dan Perka BKKBN No. 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia Tahun 2021-2024.

Dikatakannya, pelaksanaan Rembuk Stunting memiliki  tujuan menyampaikan analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting di Kota Padang Panjang. 

“Untuk pelaksanaan Rembuk Stunting pada tahun kedua dan selanjutnya akan disampaikan perkembangan jumlah kasus serta prevalensi stunting dan perbaikan cakupan intervensi,” ujarnya. (Edi Fatra/ris).

Related posts