Target Gila! Wawako Padang Ingin 4 Tahun Lagi Nol Anak Tak Sekolah, Bisakah?

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Bayangkan, empat tahun ke depan, tidak ada lagi anak di Kota Padang yang putus sekolah. Angka anak tidak sekolah (ATS) benar-benar nol persen. Ini bukan sekadar mimpi, tapi target nyata yang dicanangkan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.

Target ambisius itu disampaikan Maigus saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi pencegahan ATS se-Kota Padang, di Exhibition Hall Youth Center Bagindo Aziz Chan, Kamis (16/4/2026). Di hadapan seluruh jajaran OPD, camat, lurah, hingga pengelola pendidikan nonformal, ia mengajak semua pihak bergerak bersama. Soalnya, masalah anak tidak sekolah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga keluarga dan masyarakat.

Lantas, seberapa besar tantangan yang dihadapi? Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026, jumlah ATS di Padang tercatat 6.615 anak. Meski angka ini turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak, perjalanan menuju nol persen masih panjang. Tapi Maigus optimistis. “Penurunan ini harus terus kita dorong bertahap. Target kita jelas, dalam empat tahun ke depan, nol persen ATS. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Menurut Maigus, kunci utama keberhasilan adalah data yang akurat. Ia meminta agar alamat anak, alur penyampaian data, hingga sinkronisasi antarinstitusi dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Tak cukup sampai di situ, koordinasi lintas OPD, termasuk dengan BKKBN, juga harus diperkuat.

“Arahan Bapak Wali Kota Padang jelas, jangan sampai ada anak yang terlepas dari akses pendidikan. Kalau tidak bisa masuk sekolah formal, arahkan ke pendidikan nonformal seperti paket A, B, atau C. Yang penting mereka tetap mendapat hak pendidikan dan tidak dibiarkan putus begitu saja,” tambah Maigus.

Pemerintah Kota Padang sendiri tak sekadar berteori. Lewat program unggulan seperti Padang Juara dan Smart Surau, mereka berkomitmen membentuk generasi cerdas intelektual dan spiritual, sekaligus berkarakter. Untuk keluarga kurang mampu, Pemkot juga menyediakan seragam sekolah dan LKS gratis.

Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat itu diikuti oleh kepala OPD terkait, camat, lurah, operator ATS, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, koordinator pengawas SD dan SMP, penilik, kepala SPNF-SKB Wilayah I dan II Padang, serta ketua Forum PKBM se-Kota Padang. Semua bersatu, berharap dalam empat tahun mimpi nol anak tak sekolah bukan sekadar angka, tapi kenyataan.

Related posts