9 Anggota DPRD Bukittinggi Reses di Guguak Panjang, Warga Apungkan Beberapa Kebutuhan Mendesak

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, Bukittinggi – Sembilan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi menggelar reses bersama pada masa sidang II tahun 2025/2026, berlangsung di Halaman Kantor Camat Guguak Panjang, Rabu (29/4/2026) siang.

Wali Kota Bukittinggi diwakili Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ade Mulyani, dalam kesempatan itu dia mengatakan bahwa momentum reses ini sangat strategis karena bertepatan dengan tahapan awal penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2027.

Read More

“Ini adalah dokumen perencanaan tahunan pemerintah daerah yang memuat prioritas pembangunan, program, dan anggaran untuk jangka waktu satu tahun,” ujar Ade dalam pembukaannya.

Penyampaian aspirasi warga warnai reses di Guguak Panjang.

“Masukan dari masyarakat menjadi data paling valid untuk memastikan arah pembangunan tepat sasaran. Saat ini pemerintah tengah menyusun RKPD 2027, sehingga aspirasi ini sangat penting,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra, menyebut bahwa setiap usulan dari warga bukan sekadar formalitas, melainkan mandat yang wajib dikawal hingga ke meja pengambil kebijakan.

“Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan hari ini akan kami catat dan kawal sesuai kebutuhan dalam skala prioritas pembangunan,” sebut Zulhamdi di hadapan peserta reses. Selanjutnya dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu Camat Guguak Panjang, Heru Tri Astanawa.

Ada beberapa aspirasi yang mengapung dalam reses tersebut di antaranya, warga mengeluhkan kondisi infrastruktur dasar, terutama sistem drainase yang dinilai belum memadai dan kerap menyebabkan genangan air hingga masuk ke rumah saat hujan deras.

Kemudian, salah seorang warga, Yusrida, (54) menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil. Dia juga berharap layanan posyandu yang sempat terhenti dapat kembali diaktifkan.

“Kalau hujan deras, air masuk ke rumah. Ini sangat mengganggu, apalagi bagi kami yang punya bayi. Kami juga berharap posyandu bisa berjalan lagi,” harapnya.

Selain infrastruktur, isu keamanan lingkungan turut menjadi perhatian. Warga di kawasan Sawah Paduan mengaku resah dengan meningkatnya kasus pencurian dan mengusulkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan.

Aspirasi lain yang disampaikan mencakup dukungan kegiatan keagamaan BKMT, penanganan hewan liar yang mengganggu estetika dan kebersihan lingkungan, hingga kebutuhan fasilitas penunjang kegiatan sosial masyarakat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Zulhamdi menegaskan akan membawa seluruh aspirasi ke dalam pembahasan legislatif dan memastikan setiap usulan dipertimbangkan dalam penyusunan program pembangunan daerah.

“Ini adalah tanggungjawab kami sebagai wakil rakyat. Aspirasi ini akan kami perjuangkan,” katanya.

Ia menambahkan reses ini merupakan agenda rutin yang dijalankan untuk menyerap aspirasi masyarakat. “Kami menggelar reses 3 kali dalam setahun, baik secara kelompok maupun individu, guna memastikan suara masyarakat benar-benar didengar,” imbuhnya.

Pihaknya berharap berbagai masukan yang diperoleh dari warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah, khususnya untuk kemajuan Kecamatan Guguak Panjang ke depan.

Dari pantauan Minangkabaunews.com, tampak hadir Asisten III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ade Mulyani mewakili Wali Kota Bukittinggi, wakil ketua DPRD Bukittinggi, anggota dewan pelaksana reses, Kabag Persidangan, Staf sekretariat DPRD Bukittinggi, Kepala OPD terkait, Camat Guguak Panjang, Lurah, para undangan, insan pers, dan staikholder terkait. (*)

Related posts