MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG PANJANG – Harga komoditas pangan di Pasar Pusat Padang Panjang pada Oktober lalu, mengalami deflasi (penurunan harga). Namun masih tetap diwaspadai terkait harga beras yang masih cukup tinggi.
Hal tersebut disampaikan, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Putra Dewangga, kepada Minangkabaunewscom, Kamis (3/11/2022).
Selain itu kata Putra, terkait melimpahnya pasokan cabai di pasaran diharapkan masyarakat bisa melakukan pengolahan menjadi saus, bon cabe dan sebagainya, agar cabe bisa tahan lama dan dapat dimanfaatkan di waktu harga tinggi.
“Untuk pasokan beras, secara umum mencukupi. Baik beras kualitas I, kualitas II maupun kualitas III. Namun preferensi (kecenderungan) masyarakat Padang Panjang adalah tetap mengkonsumsi beras kualitas satu (premium). Walaupun relatif tinggi, warga tetap membelinya,” tutur Putra.
Putra, selaku sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengimbau, agar masyarakat tidak memaksakan diri. Karena juga tersedia beras kualitas II dan III dengan harga yang lebih murah dan sesungguhnya juga cukup bagus dan layak dikonsumsi.
Ia menjelaskan, secara umum harga beras di Sumatra Barat (Sumbar) memang relatif tinggi. Sebagai perbandingan, di Kota Padang beras kualitas satu hari ini, dilaporkan mencapai Rp16.750 sampai dengan Rp17.750. Sedangkan di Bukittinggi mencapai Rp17 ribu sampai dengan Rp18 ribu.
Sedangkan untuk Kota Padang Panjang ada empat komoditas dari 45 komoditas pangan strategis yang dipantau TPID, mengalami kenaikan harga dan memberikan andil pada stabilitas harga pangan di Kota Padang Panjang. Di antaranya daging ayam broiler, daging ayam kampung kecil, sawi bola dan wortel.
“Ada juga 14 komoditas mengalami penurunan harga yang mempengaruhi stabilitas harga pangan di Kota Padang Panjang. Di antaranya beras kualitas I, beras kualitas II, daging ayam kampung besar, telur ayam ras, cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, ikan asin teri, buncis, bawang daun, terong dan seledri,” jelas Putra.
Namun ada 12 komoditas penahan inflasi terbesar pada Oktober. Seperti cabai merah, minyak goreng, cabai hijau, telur ayam ras, buncis, nangka muda, tomat, petai, udang basah, jengkol, cabai rawit dan wortel.
“Perkembangan pengendalian inflasi dan dampaknya, dimonitor setiap Senin oleh Kementerian Dalam Negeri melalui zoom meeting dengan seluruh TPID dan Forkopimda se-Indonesia. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang serta seluruh jajaran TPID menerima hasil evaluasi dan arahan Mendagri ini setiap Senin itu,” terang Putra mengakhiri. (Edi Fatra)






