MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG – Dunia pendidikan pesantren kembali menorehkan capaian membanggakan. Dua santri Pesantren KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang berhasil membawa pulang medali pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Sumatera Barat 2025.
Fadil Reka Siahaan, santri kelas XI, meraih medali perak di kategori Laga Kelas F Putra Remaja. Aksi tangguhnya di atas gelanggang menunjukkan kombinasi kecepatan, strategi, dan ketekunan berlatih.
Sementara itu, Muhammad Rayhan, yang juga duduk di kelas XI, sukses mengamankan medali perunggu di kategori Tunggal IPSI Putra Dewasa. Nomor ini menuntut keindahan gerak, kekuatan, dan penguasaan jurus, menandakan kedisiplinan tinggi dalam menekuni latihan.
Mudir Pesantren KAUMAN, Dr. Derliana, MA., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua santri. Menurutnya, prestasi tersebut mencerminkan visi pesantren dalam mencetak generasi paripurna.
“Di Pesantren KAUMAN, kami tidak hanya menekankan tahfizh Al-Qur’an dan sains-teknologi, tetapi juga membina karakter melalui olahraga seperti pencak silat. Nilai disiplin, sportivitas, dan keberanian yang terkandung di dalamnya sejalan dengan pembentukan akhlak mulia,” ujarnya.
Pesantren KAUMAN Muhammadiyah Padang Panjang dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memadukan ilmu agama, sains, dan teknologi. Terletak di jantung Kota Padang Panjang, yang populer sebagai “Serambi Mekah” sekaligus kota pendidikan, pesantren ini konsisten mengembangkan kurikulum holistik.
Capaian Fadil dan Rayhan membuktikan bahwa santri dapat tampil multi-talenta. Selain unggul dalam ilmu agama dan akademik, mereka juga mampu berprestasi di ranah olahraga. Pesantren KAUMAN menempatkan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk bela diri, sebagai bagian integral dari pembentukan generasi Qur’ani yang sehat jasmani, tangguh mental, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan SDM berkarakter kuat sekaligus kompetitif di berbagai bidang.






