Buya Dr. Gusrizal Tegaskan Pemprov Sumbar Memang Undang Banyak Pihak Soal Pembentukan KDEKS Kecuali MUI

  • Whatsapp
Ketum MUI Sumbar, Buya Dr. Gusrizal Dt. Palimo Basa (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Ketum MUI Sumbar Buya Dr. Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa membantah keterangan dari Kepala Biro Perekonomian Sumbar Ria Wijayanti yang menyebutkan bahwa pihaknya telah mengundang MUI terkait pembentukan KDEKS Sumbar.

Buya Dr. Gusrizal Gazahar menjelaskan bahwa surat pertama tertanggal 14 Maret 2022 yang tanggalnya ditulis dengan tangan yang ditanda tangani Sekda Sumbar terbukti memang tidak ada MUI Sumbar.
Kemudian setelah dirinya protes kepada Sekda bahkan sehari sesudah itu baru dijawab dan revisi dikirim melalui WA. Dan MUI Sumbar tak mungkin lagi menghadirinya.

Read More

“Coba dipikirkan! Seandainya saya tidak mengingatkan Sekda, apakah akan ada revisi yang tak berguna itu?,” tanya Buya Gusrizal.

Buya Dr. Gusrizal Dt. Palimo Basa tidak mengirim undangan yang meninggalkan MUI Sumbar itu untuk direvisi tetapi sebagai bentuk teguran. Karena itu pula lah dirinya mengirimkan undangan itu kepada orang-orang dekat gubernur. Jadi, janganlah seperti petuah orang Minang; “kato kudian, kato bacari”.

Buya Gusrizal menambahkan seyogyanya pihak Pemprov harus mengakui sejak awal bahwa surat undangan yang mengundang banyak pihak untuk pembentukan KDEKS tetapi MUI Sumbar tidak termasuk yang diundang.

“Saya heran mengapa pejabat begitu mudah menyembunyikan fakta demi membela kebijakan ?”

“Kalau pun memang benar diundang, mengapa juga gubernur tidak mau menghadiri FGD tersebut? Itu hanya berita dari orang dekat gubernur saja. Jadi siapa yang berbohong ?,” tanya Buya Gusrizal.

Buya menegaskan melihat cara pejabat di pemprov Sumbar yang berkelit dan berdusta begitu, tampaknya mereka tak mau menyadari walaupun ditegur dan ini malah akan memperburuk hubungan pemprov dengan MUI Sumbar.

Related posts