MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG — Siapa sangka, di balik teduhnya kompleks Kauman Padangpanjang, semangat kepanduan justru menggema begitu dahsyat selama dua hari penuh. Jumat hingga Sabtu (15–16 Mei 2026), puluhan pelajar dari MTs dan MAS Kulliyatul Muballighien seolah “menghilang” dari keramaian—mereka memilih beradu tangkas di alam terbuka, mengikuti kemah pelantikan Hizbul Wathan (HW) yang sarat makna.
Perjalanan mereka dimulai bukan dengan kemewahan, melainkan hiking singkat yang menguji fisik. Begitu tiba di lokasi, alih-alih beristirahat, tangan-tangan muda itu sigap mendirikan bivak sebagai tempat bermalam. Hembusan angin sore menemani waktu makan bersama dan shalat Ashar berjamaah, menjadi harmoni pertama dari petualangan ini.
Ketika magrib tiba, suasana berubah khidmat. Setelah shalat berjamaah, mereka tak langsung melepas lelah. Sesi materi penguatan tentang ke-HW-an justru memantik api semangat. Ramanda Rezki, Sekretaris Kwarda HW Pabasko, tampil pertama dengan membawa peta pita dan kompas—bekal wajib agar tak pernah tersesat dalam perjalanan hidup. Kemudian giliran Ramanda Yuhaldi, Ketua Kwarda HW Pabasko, yang dengan tegas mengupas struktur organisasi kepanduan ini. Tak ketinggalan, para pimpinan daerah Muhammadiyah dan pimpinan pondok pun turut hadir membakar motivasi.
Puncak malam yang paling dinanti pun tiba. Prosesi pelantikan Pengenal Purwa dan Penghela Taruna Melati I berlangsung khusyuk, tertib, bahkan haru. Air mata kebanggaan nyaris tak terbendung saat para peserta resmi menyandang amanah baru. Usai semuanya, kelelahan berganti dengan tidur lelap di bawah tenda, menyiapkan diri untuk pagi yang tak kalah seru.
Sabuh fajar menyingsing, langkah mereka kembali ringan usai shalat Subuh berjamaah dan sarapan sederhana. Ramanda Fero Efendi dan Ramanda Renaldo Wahyudi kembali mengguyur peserta dengan materi lanjutan yang tak kalah membakar adrenalin. Sebagai penutup yang monumental, dilakukan pelantikan pengurus Dewan Kerabat dan Dewan Pasukan periode 2026–2027. Sebuah tongkat estafet kepemimpinan yang diharapkan terus berdenyut kencang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin lahir kader-kader HW yang disiplin, tangguh, berakhlak mulia, dan jadi pelopor kebaikan,” ujar Ramanda Gizki, penanggung jawab kegiatan, dengan mata berbinar. Semoga, dari bumi Kauman inilah, para pahlawan masa depan mulai ditempa.





