Kolaborasi Apik MHH & MPK PWA Sumbar Gelar Seminar Milad ‘Aisyiyah ke-109 di Padang

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Di tengah hiruk-pikuk kota Padang, sebuah fakta pilu terungkap: kekerasan terhadap istri, anak, lansia, dan penyandang disabilitas masih kerap terjadi dalam senyap. Bahkan, mereka yang paling lemah justru paling sering terluka ketika hukum tak berpihak pada kebenaran.

Kabar mengguncang itu menjadi sorotan utama dalam seminar Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Convention Hall Ahmad Syafei Maarif UM Sumbar, Kamis (14/5/2026). Bertajuk “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan melalui Penegakan Hukum Berkeadilan dan Perlindungan Hukum bagi Kelompok Rentan untuk Mewujudkan Perdamaian”, acara yang digagas Majelis Hukum & HAM serta Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumbar ini sukses menyedot perhatian 200 peserta dari berbagai elemen Aisyiyah se-Sumbar.

“Dakwah Tak Cukup Hanya Lisan, Harus Aksi Nyata!”

Ketua PWA Sumbar, Dr. Syuraini, dengan lantang menegaskan bahwa seminar kali ini bukan sekadar syukuran. “Ini adalah refleksi dan penanaman kembali nilai-nilai Islam yang disemai oleh KH Ahmad Dahlan. ‘Aisyiyah harus hadir menebar manfaat sebagai Rahmatan Lil Alamin,” ujarnya di hadapan puluhan undangan yang terdiri dari PWA, PDA, PCA, pengelola amal usaha, hingga AMM Puteri.

Syuraini berharap ‘Aisyiyah tak hanya bergerak sendiri, tapi juga menggerakkan masyarakat untuk ikut menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Tanpa diskriminasi.

Dalam paparannya, Ketua panitia Dr. Rahima Zakia, M.Pd. mengungkap fakta-fakta memprihatinkan di lapangan. Kelompok rentan—perempuan, anak, disabilitas, dan kaum marginal—masih menjadi korban kekerasan fisik dan psikis. Mulai dari KDRT terhadap istri dan anak, kekerasan seksual di ruang publik, hingga penelantaran lansia dan disabilitas.

Tak hanya itu, diskriminasi akses keadilan juga masih menghantui. “Ketiadaan bantuan hukum gratis yang ramah bagi masyarakat miskin, dan minimnya fasilitas ramah disabilitas,” demikian tertulis dalam materi seminar.

Semakin hangat, Anggota DPD RI, Buya Jelita Donal, yang hadir sebagai pembicara, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “‘Aisyiyah Sumbar tampil sangat progresif, penuh semangat, dan bergerak cepat dalam menghadirkan kemanfaatan untuk umat,” pujinya.

Ia bahkan mengutip Surat Al Maidah ayat 32 yang menggetarkan:
“Barangsiapa yang membunuh satu jiwa, bukan karena jiwa yang lain, atau karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”

Buya Jelita pun berjanji akan bersilaturahim ke seluruh PCA di Sumbar. “InsyaAllah,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Seminar ini tidak sekadar wacana. Ada tiga target konkret yang ingin dicapai: pertama: Membangun pemahaman kolaborasi hukum dan nilai kemanusiaan. Kedua, Merumuskan strategi perlindungan hukum bagi kelompok rentan. Ketiga, Memperkokoh peran dakwah dalam menciptakan perdamaian.

Hadir sebagai narasumber pengguncang pikiran: Prof. Dr. Ikhwan Matondang, M.Ag (Dosen Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang) dan Dra. Burnalis, MA (Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Padang). Mereka mengupas tuntas bagaimana hukum berkeadilan bisa menjadi tameng bagi yang lemah.

Ketua Panitia Dr. Rahima Zakia, M.Pd. mengucapkan terima kasih khusus kepada Buya Jelita Donal yang telah memberikan dukungan dana penuh, serta Direktur Universitas Muhammadiyah Sumbar yang memfasilitasi gedung megah dan sejuk ini. Tak lupa, seluruh pihak yang bahu-membahu menyukseskan acara.

“Semoga peserta semua dapat mengikuti rangkaian seminar ini dari awal sampai selesai,” tutup Rahima

Related posts