MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Kabar bahagia datang dari Tabanan, Bali. Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan sebanyak 31 unit rumah milik orang tua siswa Sekolah Rakyat bakal segera diperbaiki. Renovasi ini masuk dalam program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan ditargetkan mulai bergulir pada Juni 2026.
Kepastian ini bukanlah isapan jempol belaka. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menjelaskan bahwa langkah cepat pemerintah ini merupakan tindak lanjut dari audiensi dan aspirasi yang disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, terkait penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya.
“Sebanyak 31 unit rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Tabanan telah masuk dalam program perbaikan dan ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2026,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Program ini menyasar keluarga prasejahtera yang anak-anaknya tercatat sebagai siswa di sekolah rakyat rintisan. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat Mahatmiya Pintar (SRMP) 17 Tabanan, yang saat ini menaungi 74 siswa dan berlokasi di kompleks Sentra Mahatmiya Bali, Tabanan. Dengan adanya renovasi ini, diharapkan para orang tua siswa tak hanya mendapatkan pendidikan gratis untuk anak-anak mereka, tetapi juga tempat tinggal yang layak dan sehat.
Tak hanya fokus pada Bali, pertemuan tersebut juga membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kabar menggembirakan datang dari sana: Pemerintah Kota Baubau telah menyiapkan lahan seluas 7,9 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea. Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, memastikan lahan tersebut telah ditinjau dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Kalau di catatan KemenPU awalnya masih ada catatan soal sertifikat, tetapi sekarang sudah dipisahkan dan sudah clear (tuntas),” tegas Yusran.
Perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, Jauhari, menambahkan bahwa Kota Baubau kini telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen untuk tahap ketiga. Semua persyaratan teknis sudah dinyatakan tuntas dan memenuhi kriteria. Tinggal selangkah lagi: menunggu penetapan resmi dari Menteri Sosial. “Semuanya sudah clear dan kriterianya sudah memenuhi,” cetusnya penuh optimisme.






