Ngeri! Saat Asyik Menggali Emas Ilegal, Tebing Setinggi 30 Meter Langsung Runtuh, 9 Pekerja Terkubur Hidup-hidup!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, SIJUNJUNG — Suasana panas di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Kamis (14/5) siang, tepat pukul 12.30 WIB, tanah dan bebatuan dari tebing setinggi sekitar 30 meter ambrol tanpa ampun. Di bawahnya, belasan penambang emas ilegal sedang sibuk bekerja. Mereka tak sempat berlari.

Longsoran material itu langsung menimpa mereka yang tengah menggali lubang tambang liar. Dari 12 orang yang berada di lokasi, hanya 3 yang berhasil selamat. Sisanya, 9 orang, dinyatakan tewas terkubur.

Proses evakuasi berlangsung bertahap dan dramatis. Sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB, polisi bersama warga setempat berhasil mengeluarkan lima jenazah. Empat korban lainnya baru ditemukan saat senja mulai turun. Begitu ditemukan, pihak keluarga langsung membawa jenazah untuk dimakamkan tanpa proses identifikasi lebih lanjut di rumah sakit.

Kombes Polisi Susmelawati Rosya, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, mengungkapkan dilema yang terus menghantui aparat. “Dalam bulan ini kami sudah turun besar-besaran ke Sawahlunto, Solok, dan Pasaman. Tapi saat operasi, lokasi kosong. Begitu tim kembali, mereka beraktivitas lagi,” sesalnya.

Polda dan pemerintah daerah mengaku sudah melakukan berbagai upaya preventif, imbauan, hingga penindakan. Namun, tambang ilegal bagai fenomena gunung es—sesekali terendus, tapi nyatanya terus berjalan di bawah radar. Insiden longsor mematikan ini menjadi bukti getir bahwa nyawa manusia jadi taruhan dari aktivitas tanpa izin yang terus berulang.

Related posts