Kabar Gembira, Bukan Cuma Kasih Sumur Bor! Menaker RI Kejutkan Warga Padang dengan Bonus Fantastis untuk 3.100 Pemuda

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Ada yang istimewa di balik kunjungan Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, ke Kota Padang, Kamis (14/5/2026). Didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, rombongan menyambangi Kecamatan Koto Tangah dengan agenda yang ternyata jauh dari sekadar seremonial biasa.

Perjalanan panjang usai bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu masih menyisakan duka, namun hari itu ada secercah harapan baru bagi warga. Dengan perasaan haru sekaligus bangga, Yassierli meresmikan sumur bor dan fasilitas tempat wudhu anyar di Masjid Raya Kenagarian Balai Gadang. Bantuan dari lembaga kemanusiaan Human Initiative itu disambut gegap gempita warga yang selama ini berjibaku memenuhi kebutuhan air bersih di masa pemulihan.

“Ini tanggung jawab saya sebagai putra daerah. Mudah-mudahan bermanfaat,” ujar Yassierli singkat, dengan nada penuh emosi.

Namun, tak sampai di situ kejutan demi kejutan terus mengalir. Di tengah tepuk tangan yang membahana, Menaker tersenyum lebar dan melontarkan pengumuman yang langsung membuat para pemuda setempat bergidik antusias.

“Kemarin kita pikir kalau cuma sumur bor kurang seru. Maka kita tambahkan bonus pelatihan IT untuk 3.100 anak muda Kecamatan Koto Tangah!”

Sontak kerumunan makin riuh. Bayangan akan masa depan cerah seolah menari di wajah-wajah penuh asa. Yassierli menegaskan, program pelatihan teknologi informasi ini adalah bentuk nyata kesiapan tenaga kerja muda menghadapi tantangan zaman. Kementeriannya, kata dia, akan terus memprioritaskan Sumatera Barat sebagai salah satu daerah unggulan program peningkatan kompetensi dan kewirausahaan.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi yang sejak awal mendampingi tampak tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan suara lirih namun penuh keyakinan, ia menyebut sumur bor dan tempat wudhu itu bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan jawaban atas jeritan hati masyarakat yang paling mendasar.

“Kehadiran air bersih ini jadi bukti nyata solidaritas kemanusiaan di tengah masa-masa sulit pemulihan,” tutur Mahyeldi.

Ia pun berharap sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan komunitas sosial terus menguat. Agar proses pemulihan pascabencana tak hanya cepat, tapi juga merata menyentuh semua lapisan warga.

Di bawah langit Padang yang mulai cerah, hadirin yang terdiri dari Wakil Walikota Padang Maigus Nasir, Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati, jajaran Forkopimda, hingga para pemuda setempat larut dalam hangatnya kebersamaan. Bahkan Ketua Pengurus Masjid Raya Balai Gadang, Firman, S.T., yang ikut berdiri di barisan depan, sempat menyeka sudut matanya sebelum berucap syukur.

Kisah hari itu bukan hanya tentang air yang memancar dari dalam tanah, tapi juga tentang harapan yang memancar dari dalam hati. Dan Yassierli, sang putra daerah, baru saja menulis satu babak manis yang tak akan terlupakan oleh 3.100 pemuda penerus negeri.

Related posts